back to top

BEI Akhirnya Gembok Saham Ini Usai Terbang 150% dalam Dua Pekan

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) di seluruh pasar mulai Sesi I, Senin (20/7/2026), menyusul lonjakan harga saham yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyampaikan bahwa suspensi dilakukan hingga ada pengumuman Bursa lebih lanjut. BEI juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan.

Keputusan suspensi tersebut diambil setelah saham AGAR mencatat kenaikan yang sangat tajam. Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), saham AGAR melonjak 25% atau naik 101 poin ke level Rp505 per saham.

Bahkan, jika dibandingkan dengan posisi Rp202 per saham pada 1 Juli 2026, harga saham AGAR telah meroket sekitar 150% hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan, sehingga mendorong BEI mengambil langkah cooling down melalui penghentian sementara perdagangan.

“Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” ujar Pande Made dalam keterangan tertulisnya Senin (20/7).

Artikel Terkait

JELI Luncurkan INACO Mogo Choco, Mini Pudding Terinspirasi Korean Wave

PT Niramas Utama Tbk resmi meluncurkan INACO Mogo Choco, produk mini pudding terbaru yang terinspirasi cita rasa Korea Selatan. Produk tersebut diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada masyarakat melalui Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang berlangsung pada 11

KOKA Tegaskan Lonjakan Harga Saham Murni Sentimen Pasar

PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah saham Perseroan masuk dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA) akibat pergerakan harga dan volume perdagangan yang tidak biasa.

AGAR Punya Pengendali Baru! 510 Juta Saham Berpindah ke Suprajitno Sutomo

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) mengumumkan telah terjadi perubahan pengendali setelah Suprajitno Sutomo resmi mengambil alih sebanyak 510 juta saham perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru