back to top

BEI Ubah IDX30! DEWA Masuk, PTBA Tersingkir Mulai 3 Agustus

Emitentrust.com – – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks IDX30 melalui Pengumuman No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026 tertanggal 27 Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

Dalam evaluasi kali ini, BEI melakukan perubahan komposisi indeks dengan memasukkan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebagai konstituen baru. Masuknya DEWA sekaligus menggantikan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang keluar dari jajaran 30 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia.

Selain perubahan konstituen, BEI juga melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks beserta bobot masing-masing emiten.

Pada evaluasi terbaru, BBCA dan BBRI tetap menjadi dua saham dengan bobot terbesar di IDX30. Namun, keduanya terkena pembatasan maksimal (15% cap) sehingga bobot BBCA turun dari 16,62% menjadi 15,00%, sementara BBRI juga dipangkas dari 15,76% menjadi 15,00%.

Posisi berikutnya ditempati BMRI yang bobotnya meningkat dari 12,16% menjadi 12,87%, disusul TLKM yang justru turun dari 9,46% menjadi 8,66%, serta ASII yang naik dari 6,82% menjadi 7,20%.

Sejumlah emiten lainnya juga mencatat kenaikan bobot indeks, di antaranya BBNI dari 3,97% menjadi 4,20%, BRPT dari 3,44% menjadi 3,69%, BUMI dari 2,16% menjadi 2,40%, INDF dari 2,25% menjadi 2,40%, MDKA dari 2,50% menjadi 2,66%, ANTM dari 1,98% menjadi 2,11%, AMRT dari 1,85% menjadi 1,96%, serta GOTO dari 3,13% menjadi 3,27%.

Kenaikan bobot juga terjadi pada AADI (1,04% menjadi 1,07%), ADMR (0,58% menjadi 0,62%), CPIN (1,42% menjadi 1,51%), ICBP (1,24% menjadi 1,32%), INCO (0,84% menjadi 0,89%), INKP (1,30% menjadi 1,38%), JPFA (0,78% menjadi 0,82%), KLBF (1,00% menjadi 1,06%), MBMA (1,19% menjadi 1,24%), PGAS (1,24% menjadi 1,32%), PGEO (0,36% menjadi 0,39%), serta UNTR (2,55% menjadi 2,64%) dan UNVR (0,69% menjadi 0,73%).

Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan bobot, antara lain ADRO dari 1,62% menjadi 1,58%, EMTK dari 0,68% menjadi 0,60%, serta MEDC dari 0,65% menjadi 0,63%.

Sebagai anggota baru IDX30, DEWA langsung memperoleh bobot sebesar 0,78% dalam perhitungan indeks.

BEI menjelaskan bahwa jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks masih dapat disesuaikan pada tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi sebelum periode tersebut, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, maupun dividen saham.

Evaluasi mayor IDX30 dilakukan secara berkala untuk memastikan indeks tetap mencerminkan 30 saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi kriteria seleksi Bursa Efek Indonesia. Perubahan komposisi dan bobot indeks ini menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana dari produk investasi berbasis indeks maupun investor institusi yang menjadikan IDX30 sebagai acuan portofolio.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Evaluasi IDXESGL, TPIA Melonjak Jadi Saham Berbobot Terbesar Kedua

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi minor Indeks IDXESGL melalui Pengumuman No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026. Evaluasi tersebut berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

BEI Rombak Indeks LQ45, SMGR, TOWR Terdepak, BBCA, BBRI Bertahan Tapi Bobotnya Turun

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks LQ45 periode Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut akan mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026

BEI Bongkar IDX80! BFIN, LSIP, NCKL Masuk, INTP, PANI hingga SIDO Terlempar

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks IDX80 periode Juli 2026. Dalam evaluasi yang mulai berlaku pada 3 Agustus 2026, terdapat tiga saham baru yang masuk ke dalam indeks dan tiga saham yang harus keluar dari daftar konstituen.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru