back to top

ARKO Amankan Dana Rp450M, Buat Lunasi Obligasi Hijau

Emitentrust.com – PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) mengungkapkan bahwa memperoleh fasilitas pinjaman dengan plafon maksimal Rp450 miliar dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Dana tersebut akan digunakan terutama untuk melunasi pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Hijau I Arkora Hydro Seri A yang akan jatuh tempo pada 8 Agustus 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menandatangani Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan IIF pada 24 Juli 2026. Fasilitas pembiayaan tersebut memiliki jangka waktu tujuh tahun.

Sekretaris Perusahaan ARKO, Ricky Hartono, menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman ini diprioritaskan untuk kebutuhan refinancing melalui pembayaran pokok obligasi hijau yang segera jatuh tempo. Sementara sisa dana akan dimanfaatkan untuk keperluan umum Perseroan (general corporate purposes).

Menurut manajemen, perolehan fasilitas pinjaman tersebut memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan keberlangsungan usaha Perseroan. Dengan adanya pembiayaan baru ini, ARKO dapat mengelola struktur pendanaannya secara lebih optimal.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa transaksi tersebut dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020, karena nilai pinjaman melebihi 20% dari total ekuitas berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.

Meski demikian, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun penilai independen karena termasuk dalam pengecualian sebagaimana diatur dalam Pasal 11 huruf b POJK 17/2020, yakni pinjaman yang diperoleh dari perusahaan pembiayaan infrastruktur.

Artikel Terkait

MDKA Putuskan Audit Laporan Keuangan Semester I-2026

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memutuskan untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Harga Emas Antam Selasa ini Turun Rp9.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Selasa ini (28/7) turun Rp9.000 per gram ini sedangkan harga buyback turun Rp9.000 per gram.

Emiten Afiliasi Hermanto Tanoko (BLES) Cetak Laba Melejit 1.718% di Semester I-2026

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp147,08 miliar pada semester I-2026,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru