Emitentrust.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan mengenai proyek LRT City milik anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP).
Perseroan mengakui ADCP saat ini menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian sejumlah proyek dan proses serah terima unit kepada konsumen.
Dalam surat penjelasan kepada BEI pada Rabu (29/7), ADHI menyampaikan hingga saat ini ADCP memiliki 13 proyek on hand, terdiri atas 6 proyek yang telah selesai dan beroperasi (4 apartemen, 1 kawasan landed, dan 1 office tower), sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan. Dari total 9.839 unit hunian, sebanyak 5.392 unit telah terjual dan 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.
Perseroan menjelaskan tantangan likuiditas muncul karena model bisnis pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) membutuhkan investasi awal yang besar untuk penyediaan lahan di sekitar stasiun Commuter Line, LRT, maupun BRT beserta infrastruktur pendukung. Di sisi lain, pemulihan pasar properti yang belum optimal dalam beberapa tahun terakhir turut menekan penjualan, sehingga memengaruhi arus kas dan pendanaan penyelesaian proyek.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, ADCP menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan serah terima unit. Perseroan menawarkan sejumlah solusi, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit siap huni. Selain itu, ADCP juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek.
ADHI juga menegaskan ADCP telah melakukan diversifikasi bisnis melalui pengembangan aset recurring income, antara lain gedung perkantoran Office MTH 27 seluas 12.546 meter persegi, serta pengelolaan kawasan komersial di Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.
Menanggapi permintaan klarifikasi BEI, ADHI memastikan tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan maupun pergerakan harga saham.


