back to top

TPIA Kantongi Laba USD371 Juta, Pendapatan Tembus USD5,3 Miliar di Semester I

Emitentrust.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group membukukan laba bersih sebesar USD371,2 juta dengan pendapatan mencapai USD5,3 miliar pada semester pertama 2026. Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar USD802,6 juta, ditopang oleh kinerja platform terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis.

Perseroan menyebutkan, kinerja positif tersebut didukung oleh disiplin operasional, optimalisasi aset, serta langkah penguatan struktur permodalan melalui peningkatan porsi free float menjadi 25,7%. Selain itu, Chandra Asri Group juga berhasil menyelesaikan penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp6 triliun yang memperoleh kelebihan permintaan (oversubscribed), sehingga memperkuat fleksibilitas keuangan dan memperluas akses investor.

Pada segmen energi, Chandra Asri Group melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui transisi jaringan SPBU Esso beserta fasilitas cold storage. Perseroan juga melaporkan progres pengembangan fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Proyek tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan EBITDA sekitar USD20 juta per bulan, sehingga memperkuat profitabilitas Grup.

Di segmen kimia, pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Selain itu, Perseroan telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta guna meningkatkan kapasitas ekspor, fleksibilitas rantai pasok, serta integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir di Indonesia.

Sementara itu, pada segmen infrastruktur, entitas anak PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus memperkuat bisnis logistik dan kepelabuhanan melalui kerja sama strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengembangkan layanan penyimpanan ISO tank, dry container, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port. Perseroan juga melaporkan progres pembangunan fasilitas tangki bitumen telah mencapai 75%, sementara platform Aster Ports & Terminals resmi mulai beroperasi sejak 1 Juli 2026.

Manajemen menegaskan, penguatan platform terintegrasi melalui investasi strategis, integrasi aset, dan pengembangan proyek-proyek utama di sektor energi, kimia, dan infrastruktur diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Chandra Asri Group sebagai salah satu pemain utama industri di kawasan Asia Tenggara.

Artikel Terkait

BEI Evaluasi IDXBUMN20, Bobot BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM Dipangkas

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20 yang akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini tidak ada perubahan

GOTO Cetak Laba Rp252M, Pendapatan Melesat 31% di Semester I-2026+

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026, menandai dua kuartal berturut-turut Perseroan membukukan laba. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 31%

IHSG Ditutup Kembali Tertekan, Hanya Tiga Sektor Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64% ke 6.091,38 pada akhir perdagangan Rabu (29/7/2026).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru