back to top

GOTO Cetak Laba Rp252M, Pendapatan Melesat 31% di Semester I-2026+

Emitentrust.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026, menandai dua kuartal berturut-turut Perseroan membukukan laba. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 31% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,7 triliun, seiring pertumbuhan ekosistem dan peningkatan kinerja bisnis fintech.

Perseroan juga mencatat Gross Transaction Value (GTV) inti meningkat 83% YoY menjadi Rp164 triliun, sementara EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% YoY hingga melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Selain itu, jumlah Annual Transacting Users (ATU) tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta pengguna.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian laba bersih selama dua kuartal berturut-turut menunjukkan keberhasilan Perseroan menjaga pertumbuhan sekaligus disiplin dalam mengelola biaya. Menurutnya, bisnis Fintech (GoPay) kini menjadi kontributor EBITDA terbesar dan untuk pertama kalinya melampaui kontribusi bisnis On-demand Services (Gojek).

Pada bisnis On-demand Services, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp464 miliar, naik 41% YoY, didukung pendapatan bersih Rp3,6 triliun. Jumlah pesanan yang selesai meningkat 3% YoY, sedangkan GTV naik 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan menyatakan lebih memprioritaskan peningkatan margin menjelang implementasi kebijakan batas komisi aplikasi sebesar 8% untuk layanan roda dua.

Sementara itu, bisnis Fintech (GoPay) mencatat pertumbuhan paling agresif. EBITDA yang disesuaikan melonjak 447% YoY menjadi Rp481 miliar, sedangkan pendapatan bersih meningkat 53% YoY menjadi lebih dari Rp2 triliun. Jumlah Monthly Transacting Users (MTU) naik 29% YoY menjadi 28,8 juta, dengan total transaksi tumbuh 91% YoY menjadi 2,4 miliar transaksi. Nilai buku pinjaman juga meningkat 58% YoY menjadi Rp11 triliun, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Perseroan tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Namun, GoTo menaikkan proyeksi EBITDA bisnis Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun, sekaligus menurunkan proyeksi EBITDA bisnis On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun menyusul penerapan kebijakan komisi aplikasi sebesar 8%.

Selain itu, GoTo juga mengumumkan rencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri, setara sekitar 2,7% dari total saham beredar. Rencana tersebut akan diajukan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel Terkait

BEI Evaluasi IDXBUMN20, Bobot BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM Dipangkas

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20 yang akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini tidak ada perubahan

TPIA Kantongi Laba USD371 Juta, Pendapatan Tembus USD5,3 Miliar di Semester I

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group membukukan laba bersih sebesar USD371,2 juta dengan pendapatan mencapai USD5,3 miliar pada semester pertama 2026.

IHSG Ditutup Kembali Tertekan, Hanya Tiga Sektor Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64% ke 6.091,38 pada akhir perdagangan Rabu (29/7/2026).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru