back to top

BEI Layangkan Surat ke Era Media Sejahtera (DOOH), Terkait Ini

EmitenTrust.com – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) akhirnya buka suara setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait lonjakan harga dan aktivitas perdagangan saham perseroan yang terjadi pada akhir Juli 2026.

Pada perdagangan 27 Juli 2026, harga saham DOOH melonjak 21,84% atau naik Rp38 menjadi Rp212 dari penutupan sebelumnya di Rp174. Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan aktivitas perdagangan yang sangat tajam.

Volume transaksi melesat menjadi 290,04 juta saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 20.475 kali. Sebagai perbandingan, pada hari bursa sebelumnya volume transaksi hanya sebanyak 51,23 juta saham dengan frekuensi 3.841 kali.

Kenaikan tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah 10,65 poin dan indeks sektor Consumer Cyclicals turut terkoreksi 0,70 poin.

Menanggapi kondisi tersebut, manajemen DOOH menegaskan tidak mengetahui penyebab meningkatnya harga, volume maupun frekuensi perdagangan saham.

“Perseroan berpandangan bahwa harga saham di Bursa Efek bersifat kompleks dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya,” tulis manajemen dalam menjawab surat tanggapan permintaan pada Jumat (31/7)..

DOOH menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang menjadi penyebab melonjaknya harga maupun aktivitas transaksi saham perseroan sebelum 30 Juli 2026.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek maupun keputusan investasi pemodal,” tulis manajemen DOOH dalam jawaban atas surat permintaan penjelasan BEI.

Sebelumnya, BEI melalui surat tertanggal 28 Juli 2026 meminta klarifikasi setelah saham DOOH mengalami volatilitas yang signifikan.

Pada perdagangan 27 Juli 2026, harga saham DOOH melonjak 21,84% atau naik Rp38 menjadi Rp212 dari penutupan sebelumnya di Rp174. Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan aktivitas perdagangan yang sangat tajam.

Volume transaksi melesat menjadi 290,04 juta saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 20.475 kali. Sebagai perbandingan, pada hari bursa sebelumnya volume transaksi hanya sebanyak 51,23 juta saham dengan frekuensi 3.841 kali. Kenaikan tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah 10,65 poin dan indeks sektor Consumer Cyclicals turut terkoreksi 0,70 poin.

Menanggapi kondisi tersebut, manajemen DOOH menegaskan tidak mengetahui penyebab meningkatnya harga, volume maupun frekuensi perdagangan saham.

“Perseroan berpandangan bahwa harga saham di Bursa Efek bersifat kompleks dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya,” tulis perseroan.

Meski demikian, DOOH mengungkapkan terdapat perubahan penting dalam struktur kepemilikan saham. Perseroan menerima Surat Informasi Pengambilalihan yang menyatakan PT Sinergi Internasional Investama (SII) telah mengakuisisi 51% saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses (PIS), sehingga terjadi perubahan pengendali perseroan yang efektif pada 30 Juli 2026.

Manajemen juga menyampaikan saat ini tengah berkoordinasi dengan pengendali baru terkait rencana pengembangan perseroan, termasuk kemungkinan dilakukannya aksi korporasi dalam waktu mendatang apabila diperlukan.

Adapun keterbukaan informasi mengenai perubahan pengendali tersebut telah disampaikan kepada publik pada 31 Juli 2026.

Artikel Terkait

IHSG Akhiri Juli Nanjak ke Level 6.236, Reli Sepekan Capai 3,44%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026). IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,12, sekaligus menutup perdagangan sepanjang Juli 2026 dengan kinerja positif.

BEI Tetapkan Saham Berbasis Hijau Perkuat Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Green Equity Designation atau Penetapan Saham Berbasis Hijau sebagai langkah memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan transisi rendah karbon.

Diam-diam! Crown Company Caplok 8,257% Saham BLTZ Lewat Dua Transaksi

Investor asing CROWN COMPANY PTE. LTD. resmi mengakumulasi kepemilikan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melalui dua transaksi akuisisi tidak langsung (indirect acquisition) yang efektif pada 24 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru