EmitenTrust.com – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten milik Haji Isam, membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp158,93 miliar hingga semester I 2026. Raihan tersebut turun 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp160,39 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Jumat, penjualan JARR tercatat Rp1,76 triliun, atau turun 13,7% dibandingkan Rp2,04 triliun pada semester I 2025.
Sejalan dengan penurunan penjualan, beban pokok penjualan menyusut 16,1% menjadi Rp1,41 triliun dari Rp1,68 triliun. Namun demikian, laba bruto tetap mengalami penurunan 2,6% menjadi Rp350,69 miliar, dibandingkan Rp359,97 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha tercatat Rp234,38 miliar, atau turun 10,9% dari Rp263,11 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak turun 1,0% menjadi Rp203,53 miliar dari Rp205,63 miliar.
Laba per saham dasar juga turun menjadi Rp17,22 dari Rp17,38 pada semester I 2025.
Dari sisi neraca, jumlah aset perseroan mencapai Rp4,09 triliun hingga 30 Juni 2026, meningkat 2,0% dibandingkan posisi Rp4,01 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi Rp2,07 triliun, atau turun 1,4% dari Rp2,10 triliun per 31 Desember 2025, mencerminkan perbaikan struktur kewajiban perseroan.
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) bergerak di bidang perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit terpadu dari hulu hingga hilir, termasuk produksi biodiesel dan minyak goreng
Pada perdagangan hari ini Jumat (31/7) saham JARR naik 2,3 persen ke level Rp1.945.


