back to top

Misteri Order Jual Jumbo Saham JELI Masih Diselidiki

Emitentrust.com – PT Niramas Utama Tbk (JELI) memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tidak wajar yang terjadi pada perdagangan saham perseroan setelah muncul antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot, angka yang jauh melampaui total saham Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni 12,66 juta lot.

Manajemen JELI kepada BEI melalui surat Nomor 047/NU-CORSEC/SPn/VII/2026 pada Sabtu (1/8) menjelaskan bahwa antrean tersebut merupakan order yang tercatat dalam order book dan bukan transaksi yang telah terjadi.

JELI mengungkapkan bahwa kemunculan antrean jual dalam jumlah sangat besar tersebut sempat menarik perhatian pelaku pasar dan memicu tekanan jual yang signifikan terhadap saham JELI. Kondisi itu juga meningkatkan volatilitas perdagangan dan berpotensi memengaruhi persepsi investor.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Bursa Efek Indonesia pada 30 Juli 2026, BEI menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem perdagangan, serangan siber (cyberattack), maupun glitch pada sistem BEI.

Sebaliknya, hasil penelusuran awal BEI mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam penyampaian order jual oleh salah satu Anggota Bursa (AB) sehingga muncul penawaran jual dalam jumlah yang jauh melebihi jumlah saham Perseroan yang tercatat di bursa. Hingga saat ini, BEI masih melakukan penelaahan lebih lanjut terhadap pihak terkait.

JELI menegaskan bahwa gejolak tersebut hanya berdampak pada persepsi pasar yang memicu aksi panic selling, sehingga harga saham JELI bergerak tidak wajar dan memengaruhi reputasi saham Perseroan.

Meski demikian, manajemen memastikan kejadian tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Perseroan menegaskan fundamental bisnis tetap terjaga dan aktivitas operasional berjalan normal.

Ke depan, JELI menyatakan tetap berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan informasi, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta menjaga komunikasi yang transparan dengan investor, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga menegaskan akan terus fokus pada pengembangan bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi global.

Artikel Terkait

WIKA Gedung (WEGE) Boncos! Pendapatan Anjlok 55,4%, Berbalik Rugi Rp89,89M di Semester I

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membukukan rugi bersih sebesar Rp89,89 miliar pada semester I 2026. Kinerja ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat laba bersih Rp400,19 juta,

CHIP Bukukan Laba Rp4,36 Miliar, Naik 41,75% pada Semester I-2026

PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,36 miliar pada semester I-2026, meningkat 41,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih sebesar Rp3,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BESS Berbalik Rugi Rp5,6M pada Semester I-2026, Pendapatan Drop 37,9%

PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) membukukan rugi bersih sebesar Rp5,60 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp46,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru