Emitentrust.com – PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,36 miliar pada semester I-2026, meningkat 41,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih sebesar Rp3,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, penjualan bersih perseroan tumbuh 34,63% menjadi Rp76,32 miliar, dibandingkan Rp56,69 miliar pada semester I-2025.
Pertumbuhan penjualan diikuti kenaikan beban pokok penjualan sebesar 39,67% menjadi Rp66,40 miliar. Meski demikian, perseroan tetap mampu membukukan laba kotor sebesar Rp9,92 miliar, naik 8,43% dibandingkan Rp9,15 miliar pada semester I-2025.
Di sisi operasional, beban umum dan administrasi berhasil ditekan 11,24% menjadi Rp3,75 miliar, dari Rp4,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan lain-lain bersih meningkat 68,04% menjadi Rp600,79 juta.
Perseroan juga mencatat kenaikan beban bunga dan keuangan sebesar 15,76% menjadi Rp1,02 miliar. Kendati demikian, laba sebelum pajak meningkat 30,60% menjadi Rp5,73 miliar, dibandingkan Rp4,39 miliar pada semester I-2025.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp1,37 miliar, laba bersih periode berjalan tercatat Rp4,36 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp3,08 miliar pada semester I-2025. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp5,41, dari Rp3,82 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset perseroan mencapai Rp123,42 miliar, meningkat 6,94% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp115,41 miliar. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya piutang usaha.
Di sisi lain, total liabilitas naik 7,77% menjadi Rp50,59 miliar, sedangkan total ekuitas tumbuh 6,37% menjadi Rp72,83 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Pada laporan arus kas, perseroan membukukan arus kas operasi positif sebesar Rp909,08 juta, berbalik dari arus kas operasi negatif Rp7,52 miliar pada semester I-2025. Sementara saldo kas dan bank pada akhir Juni 2026 tercatat Rp6,42 miliar, turun dari Rp11,57 miliar pada akhir Desember 2025.


