back to top

PADI Ajukan Pencatatan 75,15 Juta Saham Baru, Rights Issue Terserap 66,3%

Emitentrust.com – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) kembali mengajukan permohonan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencatatkan 75.154.767 saham baru hasil pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) I atau rights issue.

Dalam surat kepada BEI, Perseroan menyampaikan bahwa pelaksanaan HMETD melalui sistem C-BEST pada 23 Juli 2026 menghasilkan penerbitan 75.154.767 saham baru. Dengan tambahan tersebut, total HMETD yang telah dieksekusi sejak dimulainya rights issue mencapai 1.499.936.168 saham.

Dari total HMETD yang diterbitkan sebanyak 2.261.449.305, hingga 23 Juli 2026 Perseroan telah merealisasikan sekitar 66,33%. Sementara itu, masih terdapat 761.513.137 HMETD yang belum dilaksanakan hingga periode tersebut.

Seiring bertambahnya pelaksanaan HMETD, jumlah saham beredar PADI meningkat dari 11.307.246.524 saham menjadi 12.807.187.692 saham. Perseroan pun meminta BEI mencatatkan tambahan saham baru tersebut agar dapat diperdagangkan di Bursa.

Adapun periode pelaksanaan PUT I PADI berlangsung pada 14–27 Juli 2026, sehingga realisasi HMETD masih berpotensi bertambah hingga berakhirnya masa pelaksanaan rights issue.

Artikel Terkait

Midi Utama (MIDI) Resmi Sesuaikan Kegiatan Usaha dengan KBLI 2025

PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) resmi memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan,

PNGO Ganti Nama Jadi PT AEP Pinago Plantations, Kode Saham Tetap

Emiten perkebunan sawit PT AEP Pinago Plantations Tbk (PNGO) mengajukan permohonan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyesuaikan nama emiten dalam sistem perdagangan bursa menyusul perubahan nama perseroan yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mundur

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah mengundurkan diri dari jabatannya, kata Menteri Sekretariat Negara Indonesia Prasetyo Hadi pada hari Senin (27/7).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru