Emitentrust.com – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,60 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pembalikan kinerja ini terutama dipicu oleh kerugian investasi bersih serta tidak adanya keuntungan akuisisi entitas anak yang sempat menopang laba pada semester I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan neto meningkat 22,74% menjadi Rp10,81 triliun hingga akhir Juni 2026, dibandingkan Rp8,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp7,99 triliun dari Rp6,41 triliun.
Meski demikian, laba kotor masih tumbuh 17,53% menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,40 triliun. Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan, dengan laba usaha melonjak menjadi Rp1,83 triliun dibandingkan Rp345,66 miliar pada semester I-2025. Peningkatan tersebut didorong oleh laba selisih kurs sebesar Rp982,90 miliar serta penurunan beban umum dan administrasi.
Namun, pada level non-operasional, EMTK mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp124,37 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak Rp5,01 triliun pada semester I-2025. Penurunan tajam ini terutama disebabkan oleh rugi atas investasi neto sebesar Rp2,29 triliun, sementara pada periode yang sama tahun lalu perseroan masih membukukan laba investasi bersih Rp1,31 triliun.
Selain itu, kinerja semester I-2025 juga ditopang oleh keuntungan atas akuisisi entitas anak sebesar Rp2,86 triliun yang bersifat tidak berulang, sehingga tidak lagi memberikan kontribusi terhadap hasil usaha pada semester I-2026.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, EMTK mencatat rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,60 miliar. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar tercatat Rp5,25 per saham, berbalik dari laba per saham Rp69,26 pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset EMTK per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp59,88 triliun, turun sekitar 1,47% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp60,77 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp7,89 triliun dari Rp7,37 triliun, sedangkan total ekuitas turun menjadi Rp51,98 triliun dari Rp53,39 triliun pada akhir tahun lalu.


