Emitentrust.com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/IDX: MTEL) membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada semester I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 2,1% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp4,69 triliun, didorong pertumbuhan bisnis penyewaan menara dan bisnis fiber.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh EBITDA sebesar Rp3,89 triliun, meningkat 0,8% YoY, dengan EBITDA margin tetap tinggi di level 82,9%. Sementara itu, Net Profit Margin (NPM) tercatat sebesar 23,7%, mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis digital.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia dan Telkom Group.
Menurutnya, transformasi tidak hanya berfokus pada perluasan portofolio bisnis, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui peningkatan daya saing, efisiensi, dan penciptaan nilai tambah.
Hingga semester I 2026, Mitratel mengelola 40.563 menara telekomunikasi, dengan 59% berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama. Strategi ekspansi tersebut mendorong jumlah kolokasi meningkat 10,3% YoY menjadi 23.303 tenant, sehingga tenancy ratio naik menjadi 1,57 kali, mencerminkan optimalisasi aset yang semakin tinggi.
Di sisi lain, bisnis fiber terus menjadi mesin pertumbuhan baru. Panjang jaringan fiber meningkat 13,9% YoY menjadi 74.779 kilometer billable length, memperkuat posisi Mitratel sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi. Perseroan juga mengembangkan layanan Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung Fixed Wireless Access (FWA), serta Power-as-a-Service (PaaS) dan Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang baru.
Mitratel juga memperkuat efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) lewat platform AIONIC One, yang digunakan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat di setiap menara, mendukung produktivitas aset, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Ke depan, perseroan optimistis prospek bisnis tetap positif seiring rencana pemerintah melelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, yang diperkirakan akan mendorong ekspansi jaringan operator telekomunikasi, terutama di wilayah rural dan luar Pulau Jawa.
Dengan portofolio aset terbesar di Asia Tenggara, kemampuan analitik berbasis AI, dan fundamental keuangan yang kuat, Mitratel menargetkan terus memperkuat posisinya sebagai Next Generation Tower Company sekaligus mitra utama pembangunan infrastruktur digital nasional.


