Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak pada perdagangan hari kedua bulan Agustus 2026 setelah sehari sebelumnya hanya terkoreksi tipis. Pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026), IHSG menguat 1,37% ke level 6.319,61.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau dengan rentang 6.238 hingga 6.319, mencerminkan optimisme investor yang kembali mendominasi pasar.
Penguatan indeks ditopang oleh seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kompak berada di zona hijau, menandakan reli terjadi secara merata di berbagai kelompok saham.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 32,96 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,75 triliun. Sebanyak 339 saham menguat, 224 saham melemah, dan 170 saham ditutup stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, MPRO melesat Rp1.150 menjadi Rp12.250 per saham. Disusul GGRM yang naik Rp850 ke Rp20.350 per saham, serta DCII yang menguat Rp725 menjadi Rp188.900 per saham.
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan harga terbesar di antaranya POLU yang turun Rp800 menjadi Rp11.500 per saham, ADES melemah Rp625 ke Rp30.375 per saham, dan BINA turun Rp230 menjadi Rp4.050 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham JGLE menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 83.569 kali senilai Rp324 miliar. Posisi berikutnya ditempati PRDL sebanyak 65.581 kali senilai Rp200 miliar, serta KOTA dengan 50.876 kali transaksi senilai Rp174 miliar.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dipimpin PT Indika Energy Tbk (INDY) yang melonjak 7,7% ke Rp2.520 per saham. Selanjutnya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 7,0% ke Rp2.910 per saham, diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang juga menguat 7,0% ke Rp1.605 per saham.
Di sisi lain, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi top losers LQ45 setelah terkoreksi 6,1% ke Rp1.760 per saham. Disusul PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) yang turun 1,6% ke Rp615 per saham dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang melemah 0,8% ke Rp2.510 per saham.


