back to top

SSIA Balik Untung Berkat Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang

Emitentrust.com – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp32,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, ditopang lonjakan pendapatan dari segmen kawasan industri dan properti.

Berdasarkan siaran pers Perseroan, pendapatan konsolidasian SSIA mencapai Rp3,3535 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 58,4% dibandingkan Rp2,1172 triliun pada semester I-2025. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kuatnya pengakuan penjualan (accounting sales recognition) pada segmen kawasan industri.

Segmen properti menjadi motor utama pertumbuhan dengan membukukan pendapatan Rp1,2670 triliun, melonjak 274,1% dibandingkan Rp338,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, segmen konstruksi mencatat pendapatan relatif stabil sebesar Rp1,7002 triliun, sedangkan segmen perhotelan mencetak pendapatan Rp471,1 miliar, naik 113,3% dibandingkan Rp220,9 miliar pada semester I-2025.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto Perseroan melonjak 145,9% menjadi Rp1,0862 triliun dari Rp441,8 miliar. EBITDA juga melesat 553,2% menjadi Rp692,5 miliar, dibandingkan Rp106,0 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Alhasil, margin EBITDA meningkat signifikan menjadi 20,7% dari sebelumnya 5,0%.

Selain membukukan laba bersih, laba komprehensif SSIA juga berbalik positif menjadi Rp243,0 miliar, dibandingkan rugi komprehensif Rp35,16 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi posisi keuangan, hingga akhir Juni 2026 Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,0930 triliun, sementara total aset meningkat menjadi Rp13,0268 triliun. Di sisi lain, total liabilitas turun menjadi Rp4,5444 triliun, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp5,7844 triliun. Perseroan juga berhasil menurunkan utang berbunga sebesar 3,5% menjadi Rp2,2691 triliun.

Manajemen SSIA menjelaskan bahwa peningkatan kinerja terutama didorong oleh pengakuan penjualan dari proyek Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang pada segmen properti. Selain itu, kinerja segmen perhotelan juga membaik seiring implementasi konsep all-inclusive di Paradisus by Melia Bali serta kenaikan Average Room Rate (ARR) yang meningkatkan pendapatan hotel.

Artikel Terkait

Pefindo Turunkan Peringkat WIKA ke Selective Default, Dampak Gagal Bayar

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menjadi idSD (Selective Default) dari sebelumnya idB dengan status CreditWatch berimplikasi negatif. Langkah ini diambil setelah

IHSG Sesi I Hijau Lagi, Ini Sentimen Positifnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (5/8/2026), seiring respons positif pelaku pasar terhadap rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026

Direktur TOTL Lego Saham Saat Harga Rp1.160 per lembar

Direktur PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL), Saleh, melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan dengan menjual 750.000 saham pada 4 Agustus 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru