back to top

FEB UI Latih PKBM Kelola Keuangan dan Bisnis Digital, Ini Tujuannya

Emitentrust.com – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Keuangan, Kemandirian Finansial, dan Keberlanjutan PKBM melalui Sistem Manajemen Keuangan dan Digitalisasi Unit Usaha Edukatif di Kopi Klotok Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, guna memperkuat kapasitas kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pelatihan tersebut digelar sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi banyak PKBM, mulai dari belum optimalnya sistem pengelolaan keuangan, rendahnya kapasitas penyusunan anggaran dan pelaporan keuangan, tingginya ketergantungan pada bantuan operasional pemerintah, hingga terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan organisasi dan pengembangan unit usaha edukatif.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan Financial Management System, sistem pencatatan transaksi, perencanaan dan pelaporan keuangan yang akuntabel, peningkatan literasi keuangan organisasi, strategi pengembangan unit usaha edukatif berbasis digital, hingga penyusunan strategi keberlanjutan kelembagaan. Materi dirancang agar dapat langsung diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing PKBM.

Selain sesi pelatihan, Departemen Manajemen FEB UI juga menerapkan pendekatan capacity building yang dipadukan dengan technical assistance dan participatory learning. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan pendampingan implementasi, mulai dari penyusunan sistem administrasi dan keuangan, format pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga pengembangan sistem manajemen keuangan di masing-masing PKBM.

Ketua penyelenggara, Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D., mengatakan penguatan tata kelola organisasi menjadi fondasi utama dalam membangun keberlanjutan PKBM sebagai lembaga pendidikan nonformal.

“PKBM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nonformal. Agar mampu terus memberikan manfaat bagi masyarakat, PKBM perlu memiliki tata kelola organisasi yang profesional, sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta strategi keberlanjutan yang mampu menciptakan kemandirian finansial. Kita wajib membantu saudara-saudara kita yang terpaksa putus sekolah karena berbagai alasan. Ijazah Paket A, B, dan C menjadi bekal untuk melanjutkan karier bahkan masuk perguruan tinggi,” ujar Rofikoh.

Program tersebut juga mendorong pengelola PKBM mengembangkan unit usaha edukatif berbasis digital sebagai sumber pendapatan alternatif. Dengan demikian, PKBM diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan operasional pemerintah, tetapi mampu membangun model bisnis sosial yang menopang keberlangsungan layanan pendidikan bagi masyarakat.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Departemen Manajemen FEB UI, yakni Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D., Maria Ulpah, Ph.D., Gita Gayatri, Ph.D., Dr. Elok Savitri Pusparini, Dr. Dwi Nastiti Danarsari, dan Yeshika Alversia, M.Sc. Para akademisi tersebut berbagi pengalaman mengenai praktik tata kelola organisasi, manajemen keuangan, inovasi bisnis, dan strategi keberlanjutan kelembagaan.

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Kelembagaan BUMDes dan PKBM yang dikembangkan Departemen Manajemen FEB UI. Ke depan, program akan dilanjutkan melalui monitoring dan pendampingan implementasi agar setiap PKBM mampu membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik, mengembangkan unit usaha edukatif berbasis digital, serta mewujudkan lembaga yang profesional, mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.

Menutup kegiatan tersebut, Prof. Rofikoh menegaskan komitmen FEB UI untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Kami turun lapangan langsung melihat problema dan membantu pemberdayaan masyarakat. Kami bukan hanya menara gading yang hanya teori-teori saja,” tegasnya.

Artikel Terkait

BPS: Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, Tapi RI Masih Deflasi!

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026 sebesar 2,88%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,73. Sementara itu, secara bulanan Indonesia masih mencatat deflasi 0,14%, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) hingga Juli 2026 mencapai 1,65%.

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026.

41 Tahun Manulife Indonesia, Melangkah Tangguh Bersama Nasabah dan Masyarakat

Manulife Indonesia merayakan hari jadi ke-41 dengan memperkuat kedekatan bersama nasabah melalui berbagai kegiatan apresiasi di area customer service walk-in kantor pusat perusahaan. Perayaan ini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru