back to top

Eks Dirut BCA Borong Saham GJTL, Ada Sinyal Apa?

Emitentrust.com – Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) kembali mencuri perhatian. Tak hanya didukung perbaikan kinerja pada kuartal II-2026, emiten produsen ban terbesar di Indonesia ini juga memiliki deretan pemegang saham kelas kakap.

Berdasarkan data pemegang saham per 4 Agustus 2026, mantan Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Djohan Emir Setijoso, tercatat menggenggam 40,26 juta saham atau setara 1,16% dari total saham beredar GJTL.

Nama Djohan Emir melengkapi daftar investor besar di GJTL. Pemegang saham terbesar masih dipegang Denham dengan porsi 49,50%, disusul Compagnie Financiere Michelin sebesar 10%, serta investor kawakan Lo Kheng Hong dengan kepemilikan 7,05%.

Kehadiran Djohan Emir menjadi sorotan mengingat rekam jejaknya yang sukses memimpin BCA pada periode 1999–2011. Di bawah kepemimpinannya, BCA tumbuh menjadi salah satu bank terbesar dan paling profitable di Indonesia.

Di sisi fundamental, GJTL juga menunjukkan sinyal positif. Pada kuartal II-2026, perseroan berhasil membukukan perbaikan kinerja dibandingkan periode sebelumnya. Efisiensi operasional, stabilnya harga bahan baku, serta pengelolaan beban keuangan menjadi penopang profitabilitas perusahaan.

Selain pasar domestik yang tetap solid, ekspor ban GJTL juga menjadi salah satu penopang pendapatan. Perseroan terus memperkuat penetrasi di berbagai pasar internasional melalui merek GT Radial dan Giti.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi, mulai dari perlambatan industri otomotif global, volatilitas harga karet alam dan minyak, hingga pergerakan nilai tukar yang berpotensi memengaruhi biaya produksi.

Dengan kombinasi fundamental yang membaik, valuasi yang masih relatif menarik, serta masuknya investor-investor berprofil tinggi, GJTL kembali masuk radar pelaku pasar. Investor kini akan mencermati apakah tren perbaikan kinerja tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026 dan menjadi katalis bagi pergerakan saham perseroan.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Melonjak! Lewati Level 6.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Pada Jumat (7/8/2026), IHSG menguat 65,94 poin atau 1,04% ke level 6.409,65,

Bank Kasikorn (BMAS) Minta Restu Rights Issue 2,8 Miliar Saham

PT Bank KASIKORN Indonesia Tbk. (BMAS) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.875.000.000 saham baru, setara 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

IRSX Buka Data! Free Float 35,97%, Subioto sebagai Pemilik Manfaat Akhir

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melaporkan free float atau porsi saham publik sebesar 35,97% hingga akhir Juli 2026. Sementara itu, Subioto tetap tercatat sebagai pemilik manfaat akhir

Populer 7 Hari

Berita Terbaru