Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan masuk zona merah pada perdagangan sesi pertama, Senin (10/8/2026). Setelah sempat menguat pada awal perdagangan, IHSG akhirnya melemah 31,255 poin atau 0,49% ke level 6.378,399 hingga penutupan sesi I.
Padahal, pada pukul 09.02 WIB, IHSG sempat melanjutkan momentum positif akhir pekan lalu dengan menguat 0,56% ke level 6.445,24. Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi 6.462 dan terendah 6.372, setelah dibuka pada level 6.409.
Tekanan terhadap IHSG datang dari hampir seluruh indeks sektoral. Sektor perindustrian menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 1,09%, diikuti sektor barang konsumen primer yang turun 0,82%, teknologi melemah 0,67%, infrastruktur turun 0,51%, dan energi terkoreksi 0,34%.
Tekanan juga terjadi pada sektor properti dan real estate yang turun 0,29%, barang konsumen non-primer melemah 0,26%, barang baku turun 0,25%, keuangan terkoreksi 0,16%, serta kesehatan turun 0,12%.
Berbeda dari mayoritas sektor, sektor transportasi dan logistik justru menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor tersebut bahkan melonjak 4,88% pada perdagangan sesi I.
Aktivitas perdagangan saham hingga siang hari ini mencapai Rp11,5 triliun. Sebanyak 315 saham melemah, sementara 275 saham menguat dan 203 saham bergerak stagnan.
Dari sisi pergerakan harga, ARKO menjadi salah satu saham dengan kenaikan nominal terbesar setelah naik Rp495 ke level Rp5.025 per saham. Disusul ROCK yang menguat Rp415 menjadi Rp2.290, serta SMMA naik Rp400 ke Rp10.150 per saham.
Sebaliknya, ADES memimpin penurunan nominal setelah terkoreksi Rp2.025 menjadi Rp32.975 per saham. ITMG turun Rp200 ke Rp24.925, sementara SINI melemah Rp200 menjadi Rp7.100 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, DSSA menjadi saham paling aktif dengan frekuensi 89.929 kali transaksi senilai Rp973 miliar. Berikutnya IATA diperdagangkan sebanyak 74.169 kali dengan nilai Rp371 miliar, sedangkan BUMI mencatat 62.905 kali transaksi senilai Rp670 miliar.
Pada indeks LQ45, EMTK menjadi top loser dengan penurunan 2,83%, disusul MBMA yang turun 2,73%, serta BRPT yang terkoreksi 2,59%.
Sementara itu, MDKA menjadi top gainer LQ45 setelah naik 3,40%, diikuti ESSA yang menguat 3,15%, serta HRTA yang naik 2,79%.


