Emitentrust.com – PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berhasil membalikkan kinerja pada semester I-2026 dengan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp39,50 miliar, dibandingkan rugi Rp11,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perubahan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan neto IFSH yang melonjak 88,57% menjadi Rp634,29 miliar hingga 30 Juni 2026, dari sebelumnya Rp336,37 miliar pada semester I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang disampaikan Senin (10/8), kenaikan penjualan tersebut turut mendorong laba bruto menjadi Rp291,02 miliar, melonjak sekitar 345,87% dibandingkan Rp65,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat 26,62% menjadi Rp343,27 miliar dari sebelumnya Rp271,10 miliar. Adapun beban umum dan administrasi naik 64,29% menjadi Rp111,98 miliar dari Rp68,16 miliar.
Meski beban operasional meningkat, IFSH berhasil mencatatkan laba usaha Rp179,03 miliar, berbalik dari rugi usaha sebesar Rp2,88 miliar pada semester I-2025.
Pada level sebelum pajak, Perseroan juga membukukan laba sebelum pajak penghasilan Rp51,64 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar Rp2,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp39,50 miliar, dibandingkan rugi Rp11,36 miliar pada semester I-2025. Secara nominal, perbaikan laba tersebut mencapai sekitar Rp50,86 miliar dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan IFSH relatif terjaga. Total liabilitas per 30 Juni 2026 turun 3,33% menjadi Rp142,71 miliar, dari Rp147,62 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1,03 triliun, turun sekitar 2,83% dibandingkan posisi Rp1,06 triliun pada 31 Desember 2025.
Pada perdagangan Senin (10/8) saham IFSH naik 9,77 persen ke level Rp1.180.


