Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan mengakhiri perdagangan Selasa (11/8/2026) di zona merah. IHSG ditutup anjlok 97,49 poin atau 1,53% ke level 6.267,88, melanjutkan pelemahan setelah pada sesi pertama sebelumnya sudah terkoreksi 0,87%.
Tekanan jual semakin kuat sepanjang perdagangan. Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,19%.
Sementara itu, 10 sektor lainnya kompak melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor perindustrian yang anjlok 3,49%, diikuti sektor barang konsumen siklikal yang turun 2,68% dan sektor teknologi yang terkoreksi 2,57%.
Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai dengan volume mencapai 35,17 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,44 triliun. Namun, tekanan jual mendominasi dengan 542 saham turun, sementara hanya 141 saham naik dan 108 saham stagnan.
Sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan. POLU naik Rp475 menjadi Rp11.900 per saham, disusul SONA yang menguat Rp260 ke level Rp2.860, serta LIFE naik Rp225 menjadi Rp5.925 per saham.
Sebaliknya, DCII menjadi salah satu saham dengan penurunan nominal terbesar setelah terpangkas Rp9.600 menjadi Rp196.500 per saham. RLCO turun Rp500 ke Rp4.450, sedangkan UNTR melemah Rp425 menjadi Rp23.625 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, GIAA menjadi saham teraktif dengan frekuensi 76.451 kali transaksi senilai Rp237 miliar. Berikutnya DSSA diperdagangkan sebanyak 61.813 kali dengan nilai Rp649 miliar, sedangkan BUMI mencatat 60.171 kali transaksi senilai Rp662 miliar.
Pada indeks LQ45, Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi top loser setelah anjlok 6,75%. Posisi berikutnya ditempati Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang turun 5,45%, serta Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang terkoreksi 5,23%.
Di tengah tekanan pasar, tiga saham justru mampu menjadi top gainers LQ45. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 3,47%, diikuti Indosat Tbk (ISAT) yang menguat 2,38%, serta Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 1,91%.


