back to top

Aksi Beruntun Wong Kevin di BULL, Borong Saham Capai Rp12,5M

Emitentrust.com – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) emiten angkutan migas menyampaikan bahwa Wong Kevin selaku Direktur, tercatat terus menambah kepemilikan sahamnya secara agresif sepanjang April 2026 dengan total nilai transaksi sekitar Rp12,56 miliar.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham Senin (20/4), transaksi terbaru dilakukan pada 17 April 2026 melalui pembelian tidak langsung sebanyak 2 juta saham di harga Rp490 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp980 juta.

Sebelumnya Wong Kevin selaku Direktur telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 April 2026 sebanyak 2.000.000 lembar saham di harga Rp487 per saham.

Sebelumnya lagi Wong Kevin menambah kepemilikan sahamnya pada 13 April 2026 sebanyak 3 juta saham di harga Rp441 per lembar. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp1,32 miliar.

Sebelumnya lagi Wong Kevin menambah kepemilikan sahamnya pada 10 April 2026 sebanyak 8 juta saham di harga Rp429 per lembar.

Sebelumnya lagi Wong Kevin menambah kepemilikan pada 8 April 2026 sebanyak 13,7 juta saham di harga Rp428 per lembar.

“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tuturnya.

Pada perdagangan hari ini Senin (20/4) saham BULL naik1,21% ke level Rp498. Dalam sepekan BULL naik 16,9 persen. Dalam sebulan terbang 55,9 persen dari harga Rp318 pada 17 Maret 2026.

Artikel Terkait

Semua Sektor Rontok! IHSG Ambruk Hampir 2% di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (24/7/2026), memperpanjang tren pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut. IHSG merosot 118 poin atau 1,88% ke level 6.196,43

Pengendali FAPA Jual 5,31 Juta Saham, Raup Rp38,56 Miliar

Pemegang saham pengendali PT FAP Agri Tbk (FAPA), Prinsep Indo Hld, melakukan aksi divestasi dengan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan.

ASMI Siapkan Buyback Saham Rp17,92 Miliar

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp17,92 miliar, termasuk biaya perantara

Populer 7 Hari

Berita Terbaru