back to top

ASII Tuntaskan Buyback Rp 2 Triliun Lebih Cepat dari Jadwal, Simak Detailnya

EmTrust – PT Astra International Tbk (ASII) resmi mengumumkan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham (share buyback) Perseroan pada Selasa, 13 Januari 2026. Langkah ini diambil lebih awal dari jadwal semula yang direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026.

Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan ASII, Gita Tiffani Boer, menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan karena perusahaan telah memenuhi maksimum dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi tersebut.

“Penghentian pelaksanaan Pembelian Kembali Saham ini dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan, di mana sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham,” tulis manajemen dalam laporannya, Rabu (14/1).

Selama periode buyback yang dimulai sejak 31 Oktober 2025, emiten berkode saham ASII ini tercatat telah membeli kembali sebanyak 305.213.900 lembar saham. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp 1.999.999.829.789 (sekitar Rp 1,99 triliun), hampir menyentuh batas atas plafon anggaran sebesar Rp 2 triliun.

Jika dikalkulasikan secara rata-rata, Astra menyerap sahamnya kembali di harga kisaran Rp 6.552 per lembar saham selama periode tersebut.

Aksi korporasi ini sebelumnya dilaksanakan berdasarkan regulasi OJK terkait kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Manajemen menegaskan bahwa penghentian ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan serta kelangsungan usaha Perseroan.

Pasca-pembelian kembali, Astra juga memastikan bahwa jumlah saham beredar di publik (free float) tetap memenuhi ketentuan minimal, yakni paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru