Emitentrust.com – PT Bank Jago Tbk (ARTO) melaporkan tidak terdapat pelaksanaan hak opsi saham dalam Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) selama periode pelaksanaan 2 Juni hingga 14 Juli 2026.
Dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Juli 2026, ARTO menyampaikan realisasi pelaksanaan MESOP Tahap I dan Tahap II Periode I Tahun 2026 tercatat nihil, sehingga tidak ada saham baru yang diterbitkan dari program tersebut.
Pada periode tersebut, hak opsi yang tersedia pada MESOP Tahap I berjumlah 128,35 juta opsi, dengan 115,06 juta opsi masih berlaku dan belum dilaksanakan setelah dikurangi opsi yang gugur. Sementara itu, pada MESOP Tahap II tersedia 10 juta opsi, dengan 9,5 juta opsi yang masih berlaku.
Seluruh opsi saham tersebut memiliki harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.
Karena tidak ada hak opsi yang dieksekusi, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Bank Jago tetap sebanyak 13.861.330.900 saham setelah berakhirnya periode pelaksanaan MESOP tersebut.
Perseroan menegaskan bahwa hak opsi yang belum digunakan pada periode ini masih dapat dilaksanakan pada periode pelaksanaan berikutnya, sesuai ketentuan program MESOP yang berlaku.
Program MESOP Bank Jago sendiri mengacu pada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada 25 Mei 2023, dengan batas akhir pelaksanaan program hingga 18 Januari 2028.


