back to top

Begini Komposisi Kepemilikan dan Free Float Saham RATU per Juli 2026

Emitentrust.com – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melaporkan porsi saham free float tetap sebesar 30,93% hingga akhir Juli 2026 atau setara 839,75 juta saham dari total 2,715 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan juga menegaskan bahwa Hapsoro masih tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) melalui pemegang saham pengendali, PT Rukun Raharja Tbk.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Juli 2026, jumlah saham free float tercatat sebanyak 839.754.000 saham atau 30,93% dari total saham tercatat sebanyak 2.715.053.800 saham. Perseroan menyatakan perhitungan free float telah dilakukan sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia dengan mengecualikan kepemilikan pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, serta saham tresuri.

Dari sisi struktur kepemilikan, PT Rukun Raharja Tbk masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 1.864.621.000 saham atau 68,68% dari total saham perseroan.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Hapsoro tetap tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) PT Raharja Energi Cepu Tbk. Hapsoro merupakan pengendali tingkat individu melalui kepemilikan pada PT Rukun Raharja Tbk yang menjadi pemegang saham pengendali perseroan.

Di jajaran manajemen, terjadi perubahan kepemilikan saham direksi. Kepemilikan Adrian Hartadi meningkat dari 3.600 saham menjadi 45.700 saham, sedangkan kepemilikan Alexandra Sinta turun dari 50.000 saham menjadi 40.000 saham. Meski demikian, porsi kepemilikan keduanya masih berada di bawah 0,01% dari total saham perseroan.

Sementara itu, jumlah pemegang saham yang memiliki Single Investor Identification (SID) tercatat 47.808 SID pada akhir Juli 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan angka bulan sebelumnya yang tercantum dalam laporan, yaitu 457.830 SID. Perbedaan tersebut menghasilkan perubahan sebesar 410.022 SID sebagaimana tercantum dalam LBRE, meski terdapat indikasi kemungkinan perbedaan pencatatan atau penulisan data pada laporan.

Berdasarkan klasifikasi investor KSEI, kepemilikan saham terbesar setelah pengendali berasal dari investor individu sebanyak sekitar 349 juta saham, diikuti korporasi sekitar 330,40 juta saham di luar kepemilikan pengendali, reksa dana 31,02 juta saham, perusahaan efek 41,73 juta saham, manajer investasi 38,68 juta saham, serta investor institusi lainnya.

Perseroan menegaskan seluruh informasi dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek telah disusun secara lengkap dan benar serta perhitungan free float telah memenuhi ketentuan Peraturan Pencatatan Bursa Efek Indonesia.

Artikel Terkait

Saham MDIA Terbang 274% Sebulan, Ternyata VIVA Masih Kuasai 80,73%

Reli tajam saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten media tersebut tercatat melonjak sekitar 274%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terbaik di

BEI Buka Gembok Saham COAL di FCA, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Dengan keputusan tersebut, saham COAL kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi IV Periodic Call Auction

IHSG Sesi I Bertahan di Zona Hijau, PGEO hingga CUAN Bersinar di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis (6/8/2026). IHSG menguat tipis 0,198 poin atau 0,003% ke level 6.351,337 di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru