Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis (6/8/2026). IHSG menguat tipis 0,198 poin atau 0,003% ke level 6.351,337 di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak dalam rentang 6.324 hingga 6.388, setelah dibuka pada level 6.351.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Sektor perindustrian memimpin kenaikan dengan menguat 1,35%, disusul transportasi yang naik 1,18%, energi sebesar 0,63%, barang baku 0,17%, barang konsumen siklikal 0,08%, barang konsumen non-primer 0,08%, serta infrastruktur yang naik 0,04%.
Di sisi lain, empat sektor masih berada di zona merah. Sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,13%, diikuti teknologi yang turun 0,35%, properti melemah 0,10%, dan keuangan terkoreksi 0,08%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp10,2 triliun. Volume perdagangan didominasi oleh 386 saham yang menguat, sementara 516 saham melemah dan 369 saham ditutup stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, ADES melonjak Rp2.100 menjadi Rp35.500 per saham. Disusul BDMN yang naik Rp340 ke Rp4.560 per saham, serta ABDA yang menguat Rp300 menjadi Rp3.820 per saham.
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan harga terbesar antara lain MORA yang turun Rp250 menjadi Rp5.250 per saham, UNIC melemah Rp225 ke Rp15.000 per saham, dan TALF terkoreksi Rp180 menjadi Rp1.025 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham IATA menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 101.330 kali transaksi senilai Rp477 miliar. Posisi berikutnya ditempati KOTA sebanyak 94.488 kali senilai Rp420 miliar, serta JGLE dengan 85.048 kali transaksi senilai Rp352 miliar.
Di jajaran LQ45, penguatan terbesar dipimpin PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 6,00% ke Rp2.120 per saham. Selanjutnya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menguat 4,95% ke Rp1.060 per saham, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 4,44% ke Rp705 per saham.
Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi top losers LQ45 setelah turun 2,73% ke Rp535 per saham. Disusul PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melemah 2,71% ke Rp1.795 per saham dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terkoreksi 2,50% ke Rp780 per saham.


