back to top

BEI Akhirnya Bekukan Saham PTDU di Seluruh Pasar

Emitentrust.com – Langkah tegas diambil Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap emiten konstruksi PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU). Bursa resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PTDU di seluruh pasar mulai Sesi I Periodic Call Auction pada 17 Maret 2026.

Suspensi ini bukan tanpa alasan. Dalam pengumuman resmi bursa, PTDU disebut belum memberikan keterbukaan informasi atas permintaan klarifikasi yang telah dilayangkan sejak 9 Maret 2026. Kondisi ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar.

Tak hanya soal komunikasi yang “seret”, BEI juga menyoroti adanya indikasi ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan—sebuah sinyal yang kerap dianggap sebagai red flag oleh investor.

Situasi ini semakin memperkeruh posisi PTDU. Sebelumnya, saham perseroan sudah lebih dulu “diparkir” di Papan Pemantauan Khusus, bahkan sempat disuspensi pada Februari 2026 akibat keterlambatan pembayaran biaya pencatatan tahunan (Annual Listing Fee).

Dua pejabat BEI, yakni Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., menegaskan bahwa penghentian sementara ini akan berlaku hingga ada pengumuman lebih lanjut dari bursa.

BEI pun mengingatkan investor untuk tetap waspada dan mencermati setiap keterbukaan informasi dari PTDU. Pasalnya, dalam kondisi seperti ini, transparansi menjadi kunci utama untuk membaca arah nasib emiten ke depan.

PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) bergerak di bidang konstruksi bangunan dan perusahaan holding. Perusahaan ini fokus pada jasa konstruksi umum, pembangunan infrastruktur (apartemen, hotel, gedung), serta merambah ke jasa penunjang pertambangan dan pengembangan properti.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru