back to top

Pengendali TAYS Buang 82,8 Juta Saham Harga Bawah Pasar

Emitentrust.com – Komisaris sekaligus pemegang saham pengendali PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), Anwar Tay, mengurangi kepemilikan sahamnya di Perseroan melalui dua transaksi penjualan yang dilakukan pada Juni 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 21 Juli 2026, Anwar Tay menjual saham melalui kepemilikan tidak langsung dengan tujuan trading.

Transaksi pertama dilakukan pada 19 Juni 2026, dengan menjual 40.000.000 saham pada harga Rp35 per saham.

Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, Anwar Tay kembali melepas 42.857.100 saham dengan harga yang sama, yakni Rp35 per saham.

Total saham yang dijual: 82.857.100 saham dengan nilai transaksi (sekitar Rp2,90 miliar.

Pasca transaksi, kepemilikan Anwar Tay di TAYS berkurang dari 348.391.400 saham atau 31,70% menjadi 265.534.300 saham atau 24,16%.

Meski porsi kepemilikannya turun cukup signifikan, dalam laporan tersebut Anwar Tay tetap tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan akan mempertahankan status pengendali Perseroan.

Pada perdagangan hari ini Selasa (21/7) saham TAYS stagnan di level Rp50.

Artikel Terkait

JELI Luncurkan INACO Mogo Choco, Mini Pudding Terinspirasi Korean Wave

PT Niramas Utama Tbk resmi meluncurkan INACO Mogo Choco, produk mini pudding terbaru yang terinspirasi cita rasa Korea Selatan. Produk tersebut diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada masyarakat melalui Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang berlangsung pada 11

KOKA Tegaskan Lonjakan Harga Saham Murni Sentimen Pasar

PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah saham Perseroan masuk dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA) akibat pergerakan harga dan volume perdagangan yang tidak biasa.

AGAR Punya Pengendali Baru! 510 Juta Saham Berpindah ke Suprajitno Sutomo

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) mengumumkan telah terjadi perubahan pengendali setelah Suprajitno Sutomo resmi mengambil alih sebanyak 510 juta saham perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru