back to top

BEI Aktifkan Lagi Saham Emiten Rumah Sakit Ini

Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham pengelola RS Grha Kedoya di Jakarta Barat dan RS Grha MM2100 di Bekasi PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) setelah sebelumnya mengalami suspensi panjang.

Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan bahwa pembukaan suspensi saham RSGK berlaku efektif mulai 25 Maret 2026 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Langkah ini diambil setelah emiten dinilai telah memenuhi seluruh kewajiban yang menjadi penyebab penghentian sementara perdagangan saham sebelumnya.

Pasca pembukaan suspensi hari ini saham RSGK terbang 9,69 persen ke level Rp1.075 per lembar.

Seperti diketahui, saham RSGK sempat disuspensi dalam beberapa tahap sejak 31 Januari 2025, kemudian berlanjut pada 30 April 2025, 31 Juli 2025, 31 Oktober 2025, hingga terakhir pada 30 Januari 2026. Rentetan suspensi tersebut membuat saham ini “tertidur” cukup lama dari aktivitas perdagangan.

Kini, dengan dicabutnya suspensi, saham PT Kedoya Adyaraya Tbk kembali dapat diperdagangkan secara normal, membuka peluang bagi investor untuk kembali mencermati pergerakan harga dan fundamental perseroan.

BEI juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati keterbukaan informasi serta kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru