back to top

BEI Sebut 7 Perusahaan Pipeline IPO 2025 Siap Listing Tahun Ini

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) masih terpantau senyap. Sampai dengan 15 Januari 2026, belum ada satu pun perusahaan yang tercatat dalam pipeline IPO.

“Per 15 Januari 2026, tercatat nol perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun masil nol rupiah alias belum ada,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Yetna kepada media.

Meski demikian, BEI mencatat masih terdapat 7 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham yang yang tersisa pada 2025 dan diproyeksikan melantai pada Semester I 2026.

Pipeline tersebut berasal dari beragam sektor strategis, mulai dari Basic Materials, Energy, Financials, Industrials, Technology, hingga Transportation & Logistics. Dari sisi skala aset, perusahaan-perusahaan tersebut didominasi emiten beraset besar.

Berdasarkan klasifikasi POJK Nomor 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri atas 1 perusahaan beraset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), 1 perusahaan beraset skala menengah (aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), serta 5 perusahaan beraset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektor, pipeline IPO BEI mencakup 1 perusahaan sektor Basic Materials, 1 sektor Energy, 2 sektor Financials, 1 sektor Industrials, 1 sektor Technology, serta 1 sektor Transportation & Logistics. Sementara itu, belum terdapat perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Healthcare, Infrastructures, maupun Properties & Real Estate dalam pipeline IPO semester ini.

Selain pipeline IPO, aktivitas pasar surat utang juga menunjukkan pergerakan. Hingga 15 Januari 2026, telah diterbitkan 9 emisi dari 7 penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp5,85 triliun.

Sementara itu, masih terdapat 10 emisi dari 5 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline. Pipeline EBUS tersebut didominasi sektor energi dengan 3 perusahaan, disusul masing-masing 1 perusahaan dari sektor Industrials dan Infrastructures. Adapun sektor lainnya seperti Basic Materials, Financials, Healthcare, Technology, hingga Transportation & Logistics belum tercatat dalam pipeline EBUS.

Dari sisi aksi korporasi, BEI juga mencatat aktivitas rights issue sepanjang awal 2026. Hingga 15 Januari 2026, terdapat 3 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan rights issue dengan total nilai mencapai Rp2,90 triliun. Seluruh rights issue tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.

Selain yang telah terealisasi, BEI mencatat masih terdapat 1 perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue yang juga berasal dari sektor Properties & Real Estate.

Artikel Terkait

ADRO Jadwalkan Pembagian Dividen Tunai, Cum 27 April 2026

Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten tambang ini resmi membagikan dividen tunai sebesar USD197,5 juta untuk tahun buku 2025.

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru