DSSA Cetak Laba US$286 Juta, Naik 67% di Semester I-2026

DSSA Cetak Laba US$286 Juta, Naik 67% di Semester I-2026
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) emiten tambang grup Sinarmas membukukan laba bersih sebesar US$286,25 juta pada semester I 2026, melonjak 67,26% dibandingkan US$171,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) emiten tambang grup Sinarmas membukukan laba bersih sebesar US$286,25 juta pada semester I 2026, melonjak 67,26% dibandingkan US$171,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan pendapatan usaha perseroan yang meningkat signifikan. DSSA mencatat pendapatan sebesar US$1,77 miliar pada enam bulan pertama 2026, naik 33,98% dari US$1,32 miliar pada semester I 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$174,36 juta, meningkat 79,59% dibandingkan US$97,09 juta pada semester I 2025.

Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali mencapai US$111,89 juta, naik 51,09% dari US$74,06 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan pendapatan turut mendorong laba kotor DSSA. Perseroan membukukan laba kotor sebesar US$641,23 juta, tumbuh 33,69% dibandingkan US$479,66 juta pada semester I 2025.

Beban pokok pendapatan juga meningkat seiring kenaikan penjualan, yakni dari US$843,34 juta menjadi US$1,13 miliar, atau naik sekitar 34,18%.

Dari sisi operasional, DSSA mencatat beban usaha sebesar US$313,27 juta, meningkat 16,56% dibandingkan US$268,77 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban usaha membuat laba usaha DSSA meningkat menjadi US$327,96 juta, atau tumbuh 55,51% dari US$210,89 juta pada semester I 2025.

Perseroan juga mencatat penghasilan lain-lain bersih sebesar US$33,99 juta, meningkat signifikan dibandingkan US$11,09 juta pada semester I 2025. Salah satu faktor pendukungnya adalah keuntungan selisih kurs bersih sebesar US$22,65 juta, berbalik dari rugi selisih kurs US$6,37 juta pada tahun sebelumnya.

Dengan kinerja tersebut, laba sebelum pajak DSSA mencapai US$361,95 juta, naik 63,06% dari US$221,98 juta pada semester I 2025.

Setelah dikurangi beban pajak sebesar US$75,70 juta, DSSA membukukan laba periode berjalan US$286,25 juta, dibandingkan US$171,15 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset DSSA per 30 Juni 2026 mencapai US$6,08 miliar, meningkat 37,63% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$4,41 miliar.

Aset lancar tercatat US$2,29 miliar, naik 27,34% dari US$1,80 miliar pada 31 Desember 2025. Sementara aset tidak lancar mencapai US$3,79 miliar, meningkat 44,71% dari US$2,62 miliar.

Kas dan setara kas juga mengalami peningkatan signifikan menjadi US$723,34 juta, dari US$412,83 juta pada akhir 2025 atau naik sekitar 75,20%.

Di sisi liabilitas, total kewajiban DSSA mencapai US$3,03 miliar, naik 40,58% dari US$2,15 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi US$1,31 miliar dari US$826,08 juta, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai US$1,72 miliar dari US$1,33 miliar.

Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat menjadi US$3,05 miliar, naik 34,79% dibandingkan US$2,26 miliar pada akhir 2025.

Kinerja arus kas operasi DSSA juga tetap positif. Perseroan memperoleh kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$226,62 juta pada semester I 2026, meski turun 11,89% dibandingkan US$257,19 juta pada semester I 2025.

Perseroan menggunakan kas bersih sebesar US$4,44 juta untuk aktivitas investasi, jauh lebih rendah dibandingkan US$608,05 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan kas bersih sebesar US$97,46 juta, berbalik dari penggunaan kas sebesar US$72,15 juta pada semester I 2025.

Alhasil, kas dan setara kas DSSA pada akhir Juni 2026 mencapai US$723,34 juta, dibandingkan US$442,45 juta pada akhir Juni 2025.