back to top

BEI Tetapkan Harga Teoretis Stock Split Saham RAJA Rp920 per Lembar

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar Rp920 per saham seiring pelaksanaan aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5.

Penyesuaian harga, jumlah saham hasil stock split, serta parameter perdagangan di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) mulai berlaku pada 16 Juli 2026.

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00132/BEI.POP/07-2026, harga penutupan saham RAJA pada akhir periode cum di Pasar Reguler tanggal 15 Juli 2026 tercatat sebesar Rp4.600 per saham dengan nilai nominal lama Rp25 per saham.

Dengan rasio stock split 1:5, nilai nominal saham berubah menjadi Rp5 per saham. Mengacu pada ketentuan BEI, harga teoretis saham RAJA dihitung menjadi Rp920 per saham, yang akan digunakan sebagai pedoman tawar-menawar di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi serta sebagai dasar perhitungan Indeks Harga Saham (IHS) Individual mulai perdagangan 16 Juli 2026.

BEI juga menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan sesuai Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan mengacu pada keterbukaan informasi perseroan mengenai rencana pelaksanaan stock split yang disampaikan melalui surat tertanggal 10 Juli 2026.

Artikel Terkait

Emiten Hapsoro (MINA) Baru Serap 10,5% Dana Rights Issue, Rp144,7M Masuk BNGA dan BNLI

PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) baru merealisasikan penggunaan sekitar Rp17 miliar dari hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau

PGEO Endapkan Sisa Dana IPO Rp2,84T di BRI dan BJB, Bunga 4,15-5%

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,84 triliun hingga 30 Juni 2026. Dana tersebut berasal dari hasil bersih IPO sebesar Rp8,77 triliun

Ratusan Juta Saham Treasury POWR Siap Dilepas, Ini Rencananya

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) melaporkan perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Dalam periode tersebut, perseroan telah mengalihkan kembali 110,36 juta saham treasury, sementara

Populer 7 Hari

Berita Terbaru