back to top

BEI Ungkap 8 Calon Emiten Jumbo Siap IPO

Emitentrust.com – Hingga 20 Februari 2026, kran IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum mengalir. Tercatat 0 perusahaan yang resmi melantai di bursa dengan dana dihimpun Rp0 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, meski begitu, saat ini terdapat 8 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI dan siap mengantre menuju pasar modal.

3 perusahaan aset skala menengah (Rp50–250 miliar) dan 5 perusahaan aset skala besar (> Rp250 miliar).

Mengacu pada klasifikasi POJK Nomor 53/POJK.04/2017, komposisi perusahaan dalam pipeline saham menunjukkan dominasi pemain besar:

“ Mayoritas calon emiten yang bersiap IPO adalah perusahaan dengan fundamental aset jumbo,” papar Nyoman kepada Media Minggu (22/2).

Dari sisi sektoral, komposisi pipeline saham terdiri dari:
2 perusahaan sektor Basic Materials
1 perusahaan Consumer Non-Cyclicals

1 perusahaan Energy

2 perusahaan Financials

1 perusahaan Industrials

Dan 1 perusahaan Transportation & Logistic

Menariknya, belum ada perwakilan dari sektor Technology, Healthcare, maupun Properties & Real Estate untuk pipeline saham kali ini.

Berbeda dengan IPO yang masih nihil, pasar obligasi justru tancap gas.

Hingga saat ini, telah diterbitkan 20 emisi dari 13 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana dihimpun mencapai Rp15,71 triliun.
Tak hanya itu, masih terdapat 30 emisi dari 21 penerbit EBUS yang tengah berada dalam pipeline.
Komposisi pipeline obligasi didominasi oleh:
10 perusahaan sektor Financials

4 perusahaan sektor Energy

3 perusahaan sektor Infrastructures

2 perusahaan sektor Basic Materials

1 perusahaan Consumer Non-Cyclicals

1 perusahaan Industrials

Sektor Financials menjadi motor utama penerbitan surat utang tahun ini, disusul sektor Energy yang juga menunjukkan agresivitas pendanaan.

Meski awal 2026 dibuka tanpa IPO baru di BEI, aktivitas pendanaan melalui obligasi dan rights issue tetap menunjukkan geliat yang solid.

Pipeline saham yang didominasi perusahaan aset besar memberi sinyal bahwa ketika jendela IPO kembali terbuka, potensi dana jumbo bisa saja langsung membanjiri pasar.

Artikel Terkait

GUNA Tetapkan Dividen Rp7,46 per Lembar, Cum 9 Juni

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) memutuskan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp7,46 per saham dari laba tahun buku 2025.

SMKL Siapkan Dividen Rp10,25M, Cum Date Besok!

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp10,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026

Victoria Care (VICI) Tebar Dividen Rp33,54M

PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp33,54 miliar atau Rp5 per saham kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025

Populer 7 Hari

Berita Terbaru