back to top

BEI Update Perkembangan Proposal ke MSCI & FTSE

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan update terbaru terkait dengan proposal yang disampaikan kepada indeks penyedia global yaitu MSCI Inc dan FTSE Russel.

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, pertama, terkait dengan pengungkapan (disclosure) pemegang saham 1 persen dan granularisasi data investor sudah dalam tahap final saat ini.

“Kami update sedikit terkait proposal yang sudah kami sampaikan kepada global indeks provider antara lain MSCI dan FTSE, pertama, terkait dengan pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1 persen, dan granularisasi data itu sudah pada tahap final,” ujar Jeffrey dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.

Kedua, Ia melanjutkan, untuk peraturan pencatatan terkait dengan ketentuan minimum free float sebesar 15 persen, sudah selesai proses rule making rule- nya per 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa yang kemudian nanti draft final akan diajukan ke OJK.

“Sehingga, seluruhnya itu masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” ujar Jeffrey.

Kemudian, ketiga, Ia mengungkapkan terkait dengan shareholders concentration list, pihaknya akan memastikan prosesnya dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Oleh karena itu, saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP. Nantinya list ini akan disusun oleh komite yang terdiri dari lintas divisi dan lintas SRO,” ungkap Jeffrey.

Usai pertemuan terakhir dengan MSCI pada 11 Februari 2026 lalu, sesuai norma yang disepakati, Jeffrey menjelaskan bahwa seluruh detail dan kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI bersifat rahasia.

Pihaknya hanya menyampaikan informasi yang bersifat umum, tanpa memaparkan rincian pembahasan maupun kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI, yang mana pertemuan dengan MSCI berlangsung secara konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, BEI kembali memaparkan tiga rencana aksi yang telah disampaikan sebelumnya kepada MSCI, yaitu pertama berkaitan dengan peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Kedua, penyediaan data investor yang lebih granular, serta ketiga, progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan saham, yang mensyaratkan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

“Sebagai komitmen untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, kami juga mengacu pada best practice bursa global. Salah satunya melalui penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham terkonsentrasi,” ujar Jeffrey.

Jeffrey melanjutkan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BEI dalam memperkuat tata kelola dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Artikel Terkait

Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) Minta Tambahan Waktu ke BEI, Ada Apa?

PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyampaikan tanggapan atas surat permintaan penjelasan yang diterbitkan Bursa.

BRI Lepas 65 Persen Saham BRI MI ke Danantara AM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi menyelesaikan penjualan 65% saham PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) kepada PT Danantara Asset Management (DAM).

339,8 Juta Saham IATA Dilepas Lagi Dalam Dua Hari Senilai Rp19,3M

PT MNC Asia Holding Tbk mengurangi kepemilikan sahamnya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan melepas sebanyak 339.809.200 saham melalui dua transaksi pada 20 dan 22 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru