back to top

Dana IPO PPRI Nyaris Habis! Sisa Rp8,5M di Kas

Emitentrust.com- PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) membeberkan perkembangan terbaru penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Berdasarkan laporan resmi Perseroan, sebagian besar dana IPO telah terserap, menyisakan dana yang relatif terbatas di kas perusahaan.

Dalam keterangannya manajemen PPRI melaporkan bahwa Perseroan meraih dana IPO sebesar Rp38,5 miliar dengan tanggal efektif 8 Agustus 2023. Setelah dikurangi berbagai biaya penawaran umum senilai Rp3,72 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp34,78 miliar.

Sesuai prospektus, 100% dana IPO dialokasikan untuk modal kerja. Hingga periode pelaporan, realisasi penggunaan dana telah mencapai Rp26,28 miliar, atau setara 75,56% dari total dana bersih IPO.

” Dana tersebut digunakan terutama untuk pembelian persediaan, yang menjadi tulang punggung operasional Perseroan,” tulis manajemen.

Dengan realisasi tersebut, sisa dana IPO yang belum digunakan tercatat hanya sekitar Rp8,5 miliar. Dana sisa ini ditempatkan dalam bentuk simpanan berjangka di Bank Maybank dengan tingkat bunga 3,25% dan jangka waktu penempatan 1 tahun, seluruhnya pada pihak ketiga.

Adapun rincian biaya IPO menunjukkan bahwa komponen terbesar berasal dari biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp1,65 miliar, disusul underwriting fee senilai Rp800 juta dan management fee sebesar Rp555 juta. Total biaya emisi mencapai lebih dari 9,6% dari dana IPO.

Artikel Terkait

TRIN Raup Rp1,57M, Lepas 2,6 Juta Saham Treasuri di Pasar

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

MTLA Jadwalkan Pembayaran Dividen Rp74,25M

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, total dividen yang dibagikan mencapai Rp74.254.725.401 atau setara Rp9,7 per saham.

NAYZ Ungkap Ganti Bisnis ke Telekomunikasi dan Teknologi

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengonfirmasi bahwa bisnis makanan bayi yang selama ini menjadi kegiatan usaha utama Perseroan akan dihentikan setelah proses pengambilalihan dan inbreng perusahaan milik Sako Consultancy Pte Ltd (Sako) selesai dilaksanakan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru