back to top

Dua Direksi Bank CIMB Niaga (BNGA) Kompak Borong Jutaan Saham, Ada Apa?

Emitentrust.com- Dua jajaran Direksi PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) tercatat menambah kepemilikan saham secara bersamaan di awal tahun 2026 yaitu pada 7 Januari 2026.

Manajemen BNGA dalam laporannya menyebut, Fransiska Oei Lan Siem, yang menjabat sebagai Direktur CIMB Niaga, menambah kepemilikan saham BNGA sebanyak 66.700 saham. Transaksi dilakukan pada 2 Januari 2026 dengan harga Rp1.770 per saham.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Fransiska meningkat dari 1.088.901 saham menjadi 1.155.601 saham. Meski demikian, kepemilikan tersebut belum memberikan hak suara yang signifikan dan Fransiska dipastikan bukan pemegang saham pengendali.

Tak berselang lama, aksi serupa juga dilakukan oleh Direktur CIMB Niaga lainnya, Lee Kai Kwong. Direktur berkewarganegaraan asing tersebut membeli 81.500 saham BNGA pada tanggal yang sama, 2 Januari 2026, dengan harga identik Rp1.770 per saham.

Pasca transaksi, kepemilikan saham Lee Kai Kwong naik dari 832.400 saham menjadi 913.900 saham. Sama seperti Fransiska, Lee Kai Kwong juga tidak berstatus sebagai pengendali Perseroan.

Kedua transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan yang sama, yakni pelaksanaan program MRT (Management Reward/Retention/Remuneration Program).

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru