back to top

Emiten Haji Isam (PGUN) Bakal Lepas Saham Pendiri Demi Free Float

Emitentrust.com – Emiten perkebunan kelapa sawit milik Haji Isam PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) guna memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan.

Dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar pada 9 Juni 2026, manajemen mengungkapkan bahwa PGUN harus memenuhi ketentuan free float minimum sebesar 12,5% paling lambat 31 Maret 2027. Saat ini, porsi saham publik Perseroan baru mencapai 7,62%.

Dengan demikian, PGUN perlu menambah free float sekitar 4,88% dari total saham beredar dalam waktu kurang dari satu tahun untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan BEI.

Langkah tersebut dilakukan setelah Perseroan menerima surat pengingat (reminder) dari Bursa terkait masa transisi pemenuhan kewajiban persentase minimum saham free float.

Manajemen menegaskan bahwa peningkatan porsi saham publik bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga bertujuan meningkatkan likuiditas saham, memperluas basis investor, memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Perseroan.

Setelah mencapai target free float 12,5% pada 2027, PGUN juga berkomitmen meningkatkan porsi kepemilikan publik menjadi 15% paling lambat 31 Maret 2028 sesuai roadmap yang ditetapkan BEI.

Untuk mencapai target tersebut, Perseroan berencana melakukan pelepasan sebagian saham milik pemegang saham pendiri maupun pihak terafiliasi secara bertahap kepada masyarakat.

Saat ini struktur kepemilikan saham PGUN masih terkonsentrasi pada tiga pemegang saham utama, yakni PT Araya Agro Lestari dengan kepemilikan 38,44%, PT Citra Agro Raya sebesar 38,25%, dan PT Baramega Citra Mulia Persada sebesar 15,69%.

Manajemen mengungkapkan terdapat empat opsi yang sedang dikaji untuk meningkatkan porsi saham publik. Alternatif tersebut meliputi divestasi bertahap melalui pasar reguler, private placement kepada investor strategis non-afiliasi, secondary offering atau accelerated bookbuilding, hingga program khusus yang ditujukan untuk meningkatkan partisipasi investor ritel domestik.

Perseroan menegaskan keputusan final terkait metode pelepasan saham akan mempertimbangkan kondisi pasar modal, stabilitas harga saham, serta persetujuan dari regulator terkait.

Pada perdagangan hari ini Kamis (4/6) saham PGUN turun 10,06 persen ke level Rp5.750.

Artikel Terkait

Pengendali WINR Makin Rajin Jual Jutaan Saham di FCA, Begini Alasannya

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk. (WINR), Pemenang Nusantara Internasional kembali melakukan penjualan sebanyak 1.592.400 saham di pasar.

Pemegang Saham POOL Tolak Auditor dan Tunda Perubahan Pengurus

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Juli 2026 dengan tingkat kehadiran pemegang saham yang mewakili 1,34 miliar saham atau sekitar 57,43% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

HYGN Ungkap Investor Asing Masuk, Borong 21 Juta Saham Harga Senyap

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya pembelian saham Perseroan oleh investor asing yang nilainya dikategorikan material.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru