Emitentrust.com – Emiten Tjoe Mien Sasminto dan Asabri PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) hingga kuartal I-2026 mencatat rugi bersih Rp717,87 juta, membaik sekitar 82,75% dibandingkan rugi Rp4,16 miliar pada kuartal I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 SDMU membukukan pendapatan sebesar Rp18,24 miliar, turun sekitar 5,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,27 miliar.
Meski pendapatan menurun, efisiensi beban pokok berhasil mendorong laba kotor naik 21,27% menjadi Rp6,63 miliar dari Rp5,47 miliar.
Total aset tercatat Rp128,74 miliar, relatif stabil dengan sedikit penurunan 0,25% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp129,06 miliar.
Liabilitas menunjukkan perbaikan signifikan, turun tajam menjadi Rp51,38 miliar dari sebelumnya Rp112,34 miliar, atau anjlok sekitar 54,27%. Penurunan ini terutama berasal dari berkurangnya liabilitas jangka pendek.
Di sisi lain, ekuitas melonjak drastis menjadi Rp77,35 miliar, naik sekitar 362,63% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp16,72 miliar. Kenaikan ini didorong oleh aksi korporasi berupa peningkatan modal disetor.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi masih menghasilkan kas positif sebesar Rp1,94 miliar, meski turun sekitar 15,88% dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,31 miliar.
Kas dan setara kas akhir periode tercatat Rp193,41 juta, turun signifikan 67,75% dari posisi awal tahun sebesar Rp599,78 juta.
Pada perdagangan Kamis (30/4) saham SDMU melonjak 28 persen agau menyetuh ARA ke level Rp126.
Sebagai informasi berdasarkan data Januari 2026, mayoritas saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) dikendalikan oleh Tjoe Mien Sasminto selaku Komisaris Utama, dengan porsi kepemilikan di atas 50% setelah konversi utang.
Sedangkan PT Asabri (Persero) saat ini memiliki sebanyak 9,11% dari 18,06% saham pada Oktober 2024.
Pada perdagangan Kamis (30/4) saham SDMU melonjak 28 persen agau menyetuh ARA ke level Rp126.
Dalam sepekan terakhir naik 29,9 persen. Dalam sebulan menanjak 68 perse. Dalam 6 bulan terbang 96,8 persen dari harga Rp64 pada 3 November 2025.
Emiten Tjoe Mien Sasminto dan Asabri PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) hingga kuartal I-2026 mencatat rugi bersih Rp717,87 juta, membaik sekitar 82,75% dibandingkan rugi Rp4,16 miliar pada kuartal I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 SDMU membukukan pendapatan sebesar Rp18,24 miliar, turun sekitar 5,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,27 miliar.
Meski pendapatan menurun, efisiensi beban pokok berhasil mendorong laba kotor naik 21,27% menjadi Rp6,63 miliar dari Rp5,47 miliar.
Total aset tercatat Rp128,74 miliar, relatif stabil dengan sedikit penurunan 0,25% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp129,06 miliar.
Liabilitas menunjukkan perbaikan signifikan, turun tajam menjadi Rp51,38 miliar dari sebelumnya Rp112,34 miliar, atau anjlok sekitar 54,27%. Penurunan ini terutama berasal dari berkurangnya liabilitas jangka pendek.
Di sisi lain, ekuitas melonjak drastis menjadi Rp77,35 miliar, naik sekitar 362,63% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp16,72 miliar. Kenaikan ini didorong oleh aksi korporasi berupa peningkatan modal disetor.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi masih menghasilkan kas positif sebesar Rp1,94 miliar, meski turun sekitar 15,88% dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,31 miliar.
Kas dan setara kas akhir periode tercatat Rp193,41 juta, turun signifikan 67,75% dari posisi awal tahun sebesar Rp599,78 juta.
Pada perdagangan Kamis (30/4) saham SDMU melonjak 28 persen agau menyetuh ARA ke level Rp126.
Sebagai informasi berdasarkan data Januari 2026, mayoritas saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) dikendalikan oleh Tjoe Mien Sasminto selaku Komisaris Utama, dengan porsi kepemilikan di atas 50% setelah konversi utang.
Sedangkan PT Asabri (Persero) saat ini memiliki sebanyak 9,11% dari 18,06% saham pada Oktober 2024.
PT Sidomulyo Selaras Tbk) bergerak di bidang jasa transportasi dan logistik darat, yang khusus menangani pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti bahan kimia, gas, dan minyak bumi


