back to top

GOTO Lapor! Investor Baru Rafly Umarsyah Beli Saham Harga Gocap di Pasar

Emitentrust.com – Seorang investor bernama Rafly Umarsyah melaporkan kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah melakukan pembelian saham di pasar pada pertengahan Juni 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham GOTO yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 Juni 2026 disebutkan bahwa Rafly Umarsyah membeli 300 lembar saham GOTO dalam dua transaksi terpisah untuk tujuan investasi.

Transaksi pertama dilakukan pada 12 Juni 2026 sebanyak 100 saham dengan harga Rp50 per saham. Selanjutnya pada 15 Juni 2026, Rafly kembali membeli 200 saham GOTO pada harga yang sama, yakni Rp50 per saham.

Dengan demikian, total nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp15.000, yang terdiri dari transaksi pertama senilai Rp5.000 dan transaksi kedua sebesar Rp10.000.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Rafly Umarsyah di GOTO meningkat dari sebelumnya nihil menjadi 300 saham. Namun jumlah tersebut masih sangat kecil sehingga belum memberikan pengaruh signifikan terhadap persentase hak suara di Perseroan yang tetap tercatat 0,00%.

Dalam laporan tersebut, Rafly Umarsyah tercatat bukan merupakan anggota Direksi maupun Dewan Komisaris Perseroan. Pembelian saham dilakukan secara langsung dengan tujuan investasi.

pada perdagangan

Artikel Terkait

GOTO Setujui Seluruh Agenda, Ini Hasil Lengkap RUPST

GOTO, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026. Dalam rapat tersebut, seluruh agenda yang diajukan Perseroan memperoleh persetujuan dari para pemegang saham.

BI-Rate Naik Jadi 5,75 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps)

150 Juta Saham Grup Bakrie (VIVA) Keluar dari UBS, Ada Apa?

UBS AG London Branch A/C Client melepas kepemilikan tidak langsung sebanyak 150 juta saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru