back to top

Grup Sinarmas (INKP) Eksekusi Surat Utang Rp909M

Emitentrust.com– Emiten kertas grup Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), mengumumkan bahwa telah menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok instrumen utang yang jatuh tempo pada Januari 2026.

Dalam laporannya, manajemen menyampaikan bahwa pelunasan tersebut dilakukan untuk dua instrumen sekaligus, yakni obligasi konvensional dan instrumen syariah. Perseroan telah melaksanakan pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap IV Tahun 2023 Seri A. Nilai pelunasan untuk seri obligasi tersebut mencapai Rp909.325.000.000.

Selain obligasi, INKP juga menuntaskan kewajiban atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahap IV Tahun 2023 Seri A. Untuk instrumen sukuk ini, total dana yang dikucurkan perseroan adalah sebesar Rp501.585.000.000 (lima ratus satu miliar lima ratus delapan puluh lima juta Rupiah). Akumulasi dari kedua pelunasan ini menunjukkan posisi likuiditas perseroan yang mumpuni dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Proses pembayaran pokok utang ini dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026. Guna memastikan distribusi dana sampai kepada para pemegang mandat secara akurat, perseroan menyalurkan dana tersebut melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Mekanisme ini memastikan bahwa seluruh pemegang obligasi dan sukuk menerima hak mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Artikel Terkait

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

MORA Targetkan 5 Juta Homepass Baru Usai Merger

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) menyiapkan langkah ekspansi agresif sepanjang 2026 dengan memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional. Setelah resmi menyelesaikan penggabungan usaha, perusahaan

Rugi Hampir Rp23M, FLMC Putuskan Nihil Dividen

PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp22,96 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru