back to top

GSMF Private Placement 1,42 Miliar Saham, Pengendali Serap Rp150M

Emitentrust.com – PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan saham baru dalam jumlah signifikan.

Dalam prospektus ringkas tertanggal 6 Mei 2026, perseroan akan menerbitkan sebanyak 1.423.039.900 saham baru atau setara maksimal 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham yang diterbitkan merupakan saham Seri C dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Pemegang saham pengendali, Equity Global International Limited (EGIL), yang saat ini menggenggam 68,28% saham GSMF, akan mengambil bagian dalam aksi korporasi ini dengan menyetor dana sebesar Rp150 miliar.

Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk mengonversi uang muka setoran modal yang sebelumnya telah diterima perseroan sebesar USD3,65 juta atau setara Rp60,13 miliar. Sementara sisanya sekitar Rp89,8 miliar akan disetorkan secara tunai setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham.

Sebagian dana hasil private placement juga akan dialokasikan untuk penambahan penyertaan modal pada entitas anak, yakni EFI, sebesar Rp60 miliar. Adapun sisa dana akan digunakan untuk pengembangan usaha serta mendukung kegiatan operasional perseroan dan entitas anak.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru