Emitentrust.com – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp611 miliar, naik 17,63% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi bisnis yang tepat serta penerapan manajemen risiko yang pruden di tengah ketidakpastian global.
“Memasuki 2026, kami optimistis dapat melanjutkan momentum ini dengan menghadirkan solusi keuangan yang relevan di berbagai segmen, sekaligus memperkuat pertumbuhan pada sektor strategis,” ujarnya.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Hana Bank tumbuh 8,14% yoy menjadi Rp40,14 triliun, terutama ditopang oleh segmen korporasi seiring tingginya permintaan kredit modal kerja dan pembiayaan sindikasi.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 8,36% yoy menjadi Rp29,18 triliun, dengan kontribusi utama dari giro dan deposito berjangka.
Kualitas aset tetap terjaga kuat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat 0,68% dan NPL net 0,24%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan menurut Otoritas Jasa Keuangan yang masing-masing sebesar 2,05% dan 0,79%.
Sepanjang 2025, Hana Bank juga terus berinovasi dengan meluncurkan sejumlah produk baru seperti tabungan Goal Savings dan Flexi Deposit, serta memperluas kerja sama wealth management guna memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi nasabah.
Tak hanya itu, komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan juga terus diperkuat. Hingga akhir 2025, pembiayaan ke sektor berkelanjutan mencapai Rp5,19 triliun, tumbuh 12,27% yoy dan berkontribusi sekitar 12,92% terhadap total portofolio kredit.
Pembiayaan ini mencakup berbagai sektor seperti UMKM, pengelolaan air dan limbah, serta produk ramah lingkungan yang mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan polusi.


