Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles pada akhir perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG jatuh 163 poin atau 2,16% ke level 7.378,60, mencerminkan tekanan jual besar yang melanda pasar saham domestik.
Pelemahan tajam ini terjadi hampir merata di seluruh sektor. Dari total indeks sektoral, hanya satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor transportasi yang naik 2,50%. Sementara itu, sepuluh sektor lainnya kompak melemah mengikuti arah IHSG.
Tekanan terdalam tercatat pada sektor barang konsumen siklikal yang anjlok 3,43%, diikuti sektor perindustrian yang turun 3,41%, serta sektor teknologi yang terkoreksi 2,36%. Koreksi tajam di sektor-sektor ini menjadi pemicu utama jatuhnya indeks pada perdagangan hari ini.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai di tengah tekanan pasar. Total volume transaksi mencapai 53,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,19 triliun. Namun, tekanan jual mendominasi dengan 505 saham melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 192 saham yang menguat, sementara 123 saham stagnan.
Di tengah koreksi pasar, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. ADES naik Rp875 menjadi Rp17.550 per saham, BDMN menguat Rp440 ke Rp4.290, dan SGRO naik Rp425 menjadi Rp5.450 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual besar menghantam sejumlah saham unggulan. SINI terkoreksi Rp1.500 ke Rp16.525, ARKO turun Rp1.075 menjadi Rp10.625, serta POLU melemah Rp925 ke Rp15.800 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual besar menghantam sejumlah saham unggulan. SINI terkoreksi Rp1.500 ke Rp16.525, ARKO turun Rp1.075 menjadi Rp10.625, serta POLU melemah Rp925 ke Rp15.800 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA menjadi yang teraktif dengan 197.590 kali transaksi senilai Rp736 miliar. Disusul COAL dengan 146.041 kali transaksi senilai Rp352 miliar, serta BBRI yang diperdagangkan 98.623 kali dengan nilai Rp1,12 triliun.
Pada indeks LQ45, tekanan paling dalam dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 10,36%. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 8,70%, dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) terkoreksi 6,29%.
Di sisi lain, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin penguatan setelah naik 5,88%. Disusul PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang menguat 5,30%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 3,08%.


