Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (6/5/2026) di zona hijau setelah mencatat penguatan 35,36 poin atau 0,50% ke level 7.092,46.
Kenaikan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor, di mana delapan indeks sektoral berhasil menguat. Sektor barang baku menjadi pendorong utama dengan kenaikan 1,91%, disusul sektor transportasi yang naik 1,82% serta sektor barang konsumen non-siklikal yang menguat 1,41%.
Namun, tidak semua sektor bergerak searah. Sektor kesehatan tercatat melemah 0,65%, diikuti sektor keuangan turun 0,64% dan sektor energi yang terkoreksi tipis 0,13%.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan total volume mencapai 36,51 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,20 triliun. Sebanyak 341 saham menguat, 290 saham melemah, dan 186 saham stagnan.
Dari pergerakan saham, penguatan signifikan terjadi pada DCII yang melonjak Rp4.950 menjadi Rp203.200 per saham, MLPT naik Rp4.075 ke Rp24.500, serta ABDA yang menguat Rp950 menjadi Rp4.760 per saham.
Sementara itu, saham yang mengalami tekanan antara lain ITMG yang turun Rp750 menjadi Rp26.100, SRAJ melemah Rp400 ke Rp13.800, serta EURO turun Rp330 menjadi Rp3.050 per saham.
Untuk saham teraktif, Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 97.038 kali dengan nilai Rp1,3 triliun, diikuti KOTA sebanyak 89.661 kali dan ENZO sebanyak 65.644 kali.
Pada indeks LQ45, saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin penguatan dengan lonjakan 10,06%, disusul Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 6,50% dan ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menguat 6,47%.
Sebaliknya, tekanan terbesar dialami Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 4,62%, diikuti Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 3,38% dan Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2,85%.


