Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan keempat Februari 2026 dengan performa impresif. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG melesat 112,28 poin atau 1,36% ke level 8.384,04.
Rally kali ini tergolong solid karena ditopang oleh seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di zona hijau.
Sektor barang baku memimpin penguatan dengan lonjakan 3,66%, disusul sektor transportasi naik 2,16% dan sektor energi yang menguat 1,66%. Sektor barang konsumen non primer ikut terkerek 1,53%, sektor keuangan 1,38%, dan sektor teknologi 1,09%.
Penguatan berlanjut pada sektor infrastruktur yang naik 1,06%, sektor perindustrian 0,99%, sektor barang konsumen primer 0,88%, sektor kesehatan 0,70%, serta sektor properti dan real estate yang menguat 0,66%.
Aktivitas perdagangan cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 30,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,05 triliun. Sebanyak 464 saham menguat, 206 saham melemah, dan 144 saham stagnan — mencerminkan dominasi aksi beli di pasar.
Di jajaran saham penguat, RDTX melonjak Rp1.075 ke Rp16.100 per lembar. MEGA naik Rp820 menjadi Rp4.130 per saham, sementara EMAS menguat Rp625 ke level Rp8.525 per lembar.
Sebaliknya, saham INDS turun Rp360 ke Rp2.080 per lembar. GGRM melemah Rp325 menjadi Rp15.975 dan RLCO terkoreksi Rp325 ke posisi Rp6.975 per saham.
Untuk saham teraktif, BIPI mencatat frekuensi transaksi 112.220 kali dengan nilai Rp853 miliar. Disusul BELL sebanyak 83.837 kali senilai Rp273 miliar, serta MINA dengan 81.794 kali transaksi senilai Rp385 miliar.
Pada indeks LQ45, penguatan dipimpin oleh XL Axiata Tbk (EXCL) yang melonjak 6,73% ke Rp3.330 per saham. Kemudian Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 5,87% ke Rp10.375 dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 5,36% ke Rp2.360 per saham.
Sementara itu, tekanan jual di LQ45 relatif terbatas. Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 1,34% ke Rp9.200 per saham, diikuti Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 1,27% ke Rp7.800 serta Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) terkoreksi 0,76% ke Rp1.305 per saham.


