back to top

IHSG Tertekan di Sesi I, Saham Bank dan Energi Jadi Beban

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (11/5/2026). IHSG tercatat melemah 79,124 poin atau 1,14% ke level 6.890,272.

Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang mengalami pelemahan. Penurunan terdalam dicatat IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang anjlok 3,58%.

Selain itu, IDX Sektor Energi juga ambles 2,51%, diikuti IDX Sektor Keuangan turun 1,61%, IDX Sektor Perindustrian melemah 1,53%, serta IDX Sektor Barang Baku yang terkoreksi 1,22%.

Pelemahan turut terjadi pada IDX Sektor Properti dan Real Estate sebesar 0,66%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 0,62%, IDX Sektor Teknologi melemah 0,44%, dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 0,15%.

Di tengah tekanan pasar, IDX Sektor Infrastruktur justru menjadi sektor dengan penguatan terbesar setelah melonjak 1,43% pada sesi pertama. Selanjutnya, IDX Sektor Kesehatan menguat 1,11%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau ramai dengan total volume transaksi mencapai 24,18 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp11,45 triliun. Sebanyak 439 saham tercatat melemah, 236 saham menguat, dan 138 saham stagnan.

Pada jajaran saham penguat, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melesat Rp1.500 menjadi Rp7.600 per saham. Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik Rp1.425 menjadi Rp22.500 per saham, sementara saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat Rp400 menjadi Rp5.825 per saham.

Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terdalam antara lain PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) yang turun Rp520 menjadi Rp2.970 per saham, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah Rp450 menjadi Rp8.975 per saham, serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terkoreksi Rp375 menjadi Rp11.475 per saham.

Untuk saham teraktif, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) diperdagangkan sebanyak 146.328 kali senilai Rp339 miliar. Disusul saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak 64.349 kali dengan nilai transaksi Rp1,12 triliun, serta PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS) sebanyak 56.337 kali senilai Rp139 miliar.

Di jajaran top losers LQ45, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin pelemahan setelah turun 7,99%, diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melemah 6,03%, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terkoreksi 4,91%.

Sementara itu, top gainers LQ45 dipimpin saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 7,37%, disusul PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang naik 3,09%, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang menguat 1,72%.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya MORA sebesar Rp1.500 menjadi Rp7.600 per lembar dan MLPT sebesar Rp1.425 menjadi Rp22.500 lembar serta INCO sebesar Rp400 menjadi Rp5.825 per lembar.

Sebagai informasi, penurunan saham tambang tersebut karena rencana revisi skema tarif royalti mineral oleh Kementerian ESDM. Dalam revisi PP 19/2025 tersebut, pemerintah mengusulkan penyesuaian tarif royalti progresif untuk sejumlah komoditas utama seperti tembaga, emas, perak, nikel, hingga timah.

Artikel Terkait

S&P Global Sorot WIKA Beton (WTON), Ada Apa?

Merespons dinamika pasar konstruksi yang kian mengedepankan kepatuhan terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), delegasi lembaga pemeringkat internasional S&P Global

Grup Lippo (LPCK) Klarifikasi Soal Hibah Lahan Rusun MBR Rp6T di Meikarta

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) emiten properti grup Lippo memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana hibah lahan yang sebelumnya disebut bernilai sekitar Rp6 triliun.

Quantum Clovera Investama (KREN) Gagal Gelar Buyback Saham, RUPSLB Tak Kuorum

PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Juni 2026. RUPST pemegang saham yang mewakili 11,25 miliar saham atau 61,81%

Populer 7 Hari

Berita Terbaru