Emitentrust.com- PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) emiten farmasi ini melaporkan bahwa mayoritas dana IPO telah terserap, menyisakan dana relatif kecil yang kini hanya mengendap di rekening bank.
Ayi Saepudin Direktur IKPM menyampaikan bahwa memperoleh dana IPO sebesar Rp55,59 miliar setelah pernyataan efektif pada 8 November 2023. Setelah dikurangi berbagai biaya penawaran umum senilai Rp3,18 miliar, perseroan mengantongi hasil bersih Rp52,41 miliar.
Sebesar Rp49,68 miliar dana IPO telah direalisasikan, menyisakan hanya Rp2,73 miliar atau sekitar 5,2% dari total hasil bersih.
Dana sisa tersebut saat ini ditempatkan di Bank OCBC NISP dengan tingkat bunga 0%, dan disebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.
Mayoritas dana IPO digunakan untuk modal kerja, yakni mencapai Rp43,68 miliar atau sekitar 83,34% dari total hasil bersih. Sementara sisanya dialokasikan untuk belanja barang modal dan mesin sebesar Rp8,73 miliar atau sekitar 16,66%.
Menariknya, jika dibandingkan dengan rencana awal dalam prospektus, realisasi belanja barang modal justru melonjak signifikan dari rencana Rp6 miliar menjadi Rp8,73 miliar. Sebaliknya, penggunaan dana untuk modal kerja tetap sesuai rencana.
Di sisi lain, biaya IPO IKPM juga patut dicermati. Total biaya penawaran umum mencapai Rp3,18 miliar, dengan komponen terbesar berasal dari management fee sebesar Rp1,44 miliar dan biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp749,95 juta.


