Jasa Marga (JSMR) Catat Laba Naik 8,3%, Tapi Pendapatan Tergerus 6 Persen

Jasa Marga (JSMR) Catat Laba Naik 8,3%, Tapi Pendapatan Tergerus 6 Persen
Kantor Operasional JSMR
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,63 triliun pada semester I 2026, meningkat 8,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,42 triliun.

Kenaikan laba tersebut terjadi meski pendapatan perseroan justru mengalami penurunan. JSMR membukukan total pendapatan sebesar Rp13,11 triliun, turun 6,00% dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp13,95 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, pendapatan JSMR masih didominasi oleh pendapatan tol yang mencapai Rp9,51 triliun, naik 6,82% dibandingkan Rp8,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha lainnya juga tumbuh 17,62% menjadi Rp798,23 miliar dari Rp678,65 miliar. Namun, pertumbuhan dua sumber pendapatan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan konstruksi yang mencapai Rp2,80 triliun, merosot 35,79% dari Rp4,37 triliun pada semester I 2025.

Total beban pokok pendapatan turun 15,76% menjadi Rp7 triliun dari Rp8,31 triliun. Beban konstruksi menjadi penyumbang terbesar penurunan beban tersebut. Beban konstruksi tercatat Rp2,79 triliun, turun 35,71% dari Rp4,34 triliun. Sementara itu, beban tol dan usaha lainnya naik 6,00% menjadi Rp4,21 triliun dari Rp3,97 triliun.

Dari sisi operasional, laba usaha JSMR mencapai Rp5,13 triliun, tumbuh 6,69% dibandingkan Rp4,81 triliun pada semester I 2025. Kinerja ini turut didukung penghasilan lain-lain yang meningkat 36,29% menjadi Rp100,41 miliar dari Rp73,72 miliar.

JSMR juga membukukan pertumbuhan pada laba sebelum pajak. Laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp3,54 triliun, naik 10,74% dibandingkan Rp3,20 triliun pada semester I 2025.

Kenaikan tersebut antara lain ditopang bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama yang meningkat 39,59% menjadi Rp202,80 miliar dari Rp145,28 miliar.

Dari sisi neraca, total aset JSMR per 30 Juni 2026 mencapai Rp163,21 triliun, naik 2,01% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp160 triliun.

Aset tidak lancar masih mendominasi dengan nilai Rp153,06 triliun, tumbuh 1,55% dari Rp150,73 triliun.

Di dalamnya, hak pengusahaan jalan tol mencapai Rp142,74 triliun, meningkat 1,26% dari Rp140,97 triliun pada akhir 2025.

Aset lancar meningkat lebih tinggi, yakni 9,51%, menjadi Rp10,15 triliun dari Rp9,27 triliun.

Kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 mencapai Rp7,08 triliun, meningkat 4,90% dari Rp6,75 triliun pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek menjadi Rp20,13 triliun, meningkat 25,84%. Salah satu kenaikan terbesar terjadi pada utang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun, yang naik 136,77% menjadi Rp8,58 triliun dari Rp3,62 triliun.

Sementara liabilitas jangka panjang turun 2,18% menjadi Rp79,85 triliun dari Rp81,64 triliun.

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp37,13 triliun, naik 2,14%, sementara kepentingan non-pengendali meningkat 0,34% menjadi Rp26,10 triliun.

JSMR juga mencatat arus kas yang positif dari aktivitas operasional. Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp3,13 triliun, melonjak sekitar 136,62% dibandingkan Rp1,32 triliun pada semester I 2025.

Penerimaan kas dari pendapatan tol mencapai Rp9,52 triliun, tumbuh 8,28% dari Rp8,80 triliun. Sementara penerimaan kas dari pendapatan lainnya mencapai Rp780,38 miliar, meningkat 26,42%.

Meski demikian, aktivitas investasi menyerap kas sekitar Rp4,18 triliun, terutama untuk penambahan hak pengusahaan jalan tol sebesar Rp4,11 triliun.

Dari aktivitas pendanaan, JSMR mencatat arus kas masuk bersih sekitar Rp1,38 triliun, terutama berasal dari penerimaan utang bank Rp12,80 triliun dan penerbitan obligasi Rp2,07 triliun, yang sebagian diimbangi pembayaran utang bank Rp12,32 triliun serta pembayaran dividen.

Alhasil, kas dan setara kas JSMR pada akhir Juni 2026 mencapai Rp7,08 triliun, naik dari Rp6,47 triliun pada akhir Juni 2025.