Emitentrust.com – Porsi saham publik emiten pertambangan batu bara PT SMR Utama Tbk (SMRU) tercatat mencapai 28,63% dari total saham perusahaan.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 27 Februari 2026, jumlah saham free float SMRU mencapai 3,57 miliar saham dari total 12,49 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, kendali perusahaan masih berada pada pemegang saham utama Trada Alam Minera Tbk yang menggenggam 6,53 miliar saham atau sekitar 52,30% dari total saham SMRU.
Menariknya, laporan tersebut mencatat pemilik manfaat (beneficial owner) dari kepemilikan saham pengendali tersebut adalah Kejaksaan Republik Indonesia.
Hal ini berkaitan dengan proses penanganan hukum atas aset yang sebelumnya dimiliki oleh pengendali lama Trada Alam Minera.
Selain pengendali, sejumlah investor institusi juga memiliki porsi signifikan di SMRU yaitu sekitar 20 persen.
Di antaranya adalah: ASABRI dengan kepemilikan 1,14 miliar saham atau sekitar 9,18% ddan Asuransi Jiwa IFG dengan kepemilikan 1,23 miliar saham atau sekitar 9,88%
Dengan demikian, hampir 20% saham SMRU berada di tangan investor institusi tersebut.
Sementara itu, jumlah investor saham SMRU tercatat mengalami sedikit peningkatan.
Jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID) naik dari 3.687 investor menjadi 3.691 investor, atau bertambah 4 investor hingga akhir Februari 2026.
Menariknya lagi, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa direksi dan komisaris perseroan tidak memiliki kepemilikan saham di perusahaan.


