back to top

Free Float MPPA 41%, Kendali Tetap di Tangan James Riady

Emitenturst.com- Porsi saham publik emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) tercatat mencapai hampir 41% dari total saham perseroan.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026 free float MPPA tercatat sebanyak 5,31 miliar saham atau sekitar 40,99% dari total 12,96 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Meski demikian, kendali perusahaan tetap berada pada kelompok usaha Lippo melalui Multipolar Tbk yang menggenggam 6,50 miliar saham atau sekitar 50,14%.

Dalam laporan tersebut juga diungkap bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari pengendali MPPA adalah taipan bisnis James T. Riady.

Konglomerat dari Grup Lippo itu menjadi pihak yang memiliki manfaat ekonomi atas kepemilikan saham Multipolar di MPPA.

Selain pengendali utama, investor institusi asing US Bank NA – Consilium juga tercatat sebagai pemegang saham besar dengan kepemilikan sekitar 1,14 miliar saham atau 8,86%.

Sementara itu, jumlah investor saham MPPA mengalami sedikit penurunan.

Jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID) tercatat turun dari 31.072 investor menjadi 30.564 investor, atau berkurang 508 investor hingga akhir Februari 2026.

Menariknya, laporan registrasi tersebut juga menunjukkan bahwa jajaran direksi dan komisaris perseroan tidak tercatat memiliki saham MPPA.

Beberapa nama dalam manajemen antara lain Yerry Goei, Adrian Suherman, serta komisaris John Riady tercatat tidak memiliki kepemilikan saham di perseroan.

Artikel Terkait

Grab Ungkap Perkuat Komitmen Superbank (SUPA) Pasca Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Emitentrust.com - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang...

Bakrie Kalila Serap Private Placement ENRG Harga Rp1.550 per Lembar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak 218,31

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Populer 7 Hari

Berita Terbaru