Emitentrust- PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) grup Sinarmas kembali menunjukkan agresivitasnya dalam mengamankan cadangan batubara. Sepanjang kuartal IV 2025, perseroan melaksanakan serangkaian kegiatan eksplorasi melalui dua anak usahanya, yakni PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL).
Corporate Secretary GEMS, Sudin, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Senin (12/1), mengungkapkan bahwa BIB melakukan kegiatan pengeboran eksplorasi yang mencakup tiga fokus utama, yakni pengeboran eksplorasi pra-produksi, pengembangan, serta geoteknik di area Girimulya Utara.
Pengeboran pra-produksi dilakukan untuk melengkapi data pemodelan geologi dan kualitas batubara di masing-masing area tambang. Sementara itu, pengeboran eksplorasi pengembangan ditujukan untuk memperoleh data litologi dan kualitas batubara sebagai dasar penyusunan model geologi, sekaligus mendukung penambahan sumber daya batubara baru di wilayah yang sebelumnya belum tersentuh eksplorasi.
Adapun pengeboran geoteknik dilakukan guna mengetahui daya dukung tanah dan karakteristik fisik batuan, baik di area pit penambangan, disposal, maupun area proyek lainnya. Untuk seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan BIB tersebut, perseroan mengalokasikan biaya sebesar Rp30,26 miliar.
Di sisi lain, anak usaha lainnya, PT Barasentosa Lestari (BSL), juga melaksanakan kegiatan eksplorasi pada periode yang sama di Blok Muara Lakitan. Aktivitas pengeboran meliputi metode open hole, partial coring, hingga full coring, yang bertujuan memperoleh sampel kualitas batubara serta data geoteknik.
Kegiatan eksplorasi BSL pada kuartal IV 2025 turut dilengkapi dengan pengukuran geofisika logging dan pick up survey titik bor, dengan total biaya mencapai Rp1,18 miliar.
Dengan demikian, total biaya eksplorasi yang dikeluarkan GEMS sepanjang kuartal IV 2025 mencapai Rp31,44 miliar, mencerminkan keseriusan perseroan dalam memperkuat fondasi cadangan batubara dan menjaga kesinambungan operasional di masa mendatang.


